Teknik Industri ITB 2002

Sebuah aggregator blog..

Archive for the ‘Ragam’ Category

Hari Pasaran Jawa

Jika anda orang jawa (tulen), maka anda pasti dekat dengan istilah hari pasaran. Saya tidak tahu bagaimana asal muasal nya, yang jelas di hampir setiap kalender yang beredar di Indonesia selalu mencantumkan hari pasaran dengan huruf kecil di bawah tanggal. Hari pasaran tersebut adalah Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing.

Penggunaan pasaran ini jamaknya pada peristiwa-peristiwa penting manusia, seperti kelahiran, pernikahan, kematian, atau panen. Bahkan konon Pak Harto menggunakan hari pasaran Selasa Kliwon untuk mengambil keputusan-keputusan penting, misalnya kenaikan harga BBM (percaya tidak percaya).

Untuk kelahiran, jika anda lahir pada 19 April 1984, maka pada tanggal tersebut adalah hari Kamis Legi. Hari pasaran kelahiran ini di Jawa biasanya semacam diperingati setiap bulannya, karena setiap bulannya selalu ada setidaknya satu hari kamis legi.

Dalam setiap hari, ada angka yang lekat pada hari tersebut. Angka untuk tiap hari dan pasaran yaitu,

Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jum’at = 6
Sabtu = 9
Minggu= 5

Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8
Legi = 5
Pahing = 9

(sumber: catatan keluarga)

Misalnya pasaran anda Kamis Legi, maka berdasar angka diatas anda mempunyai jumlah angka 8 + 5 = 13. Saya tidak tahu (dan tidak mau tahu) artinya apa. Tapi konon bisa digunakan secara sederhana untuk membandingkan jumlah angka dengan (calon) pasangan kita. Misalnya dia lahir pada Minggu Wage (5 + 4 = 9), maka jika sudah berpasangan datangnya pintu rezeki melalui kamis legi lebih banyak daripada melalui minggu wage (jangan percaya!).

Konon hari pasaran ini pula lumayan menjadi pertimbangan ’orang-orang lama’ jawa dalam memilih menantu nya. Jika pasaran calon menantu nya ’pas’, maka bisa dimudahkan. Jika menurut hitungan tidak, maka harus bersiap menghadapi kenyataan kejamnya cinta.

Untuk yang akan melenggang ke jenjang pernikahan, hari H pun harus ditentukan dengan menghitung tanggal dan hari pasaran baik. Buat anak muda mungkin hal ini seperti wasting time. Namun sebagai anak, sebaiknya tetap menghormati dan bersikap dewasa menghadapinya.

Lalu ada tafsiran hari pasaran yang saya dapatkan dalam milis-milis. Misalnya 19 April 1984 tadi (kepalang contoh :p), maka hasilnya hari pasaran Kamis Legi dengan lambang angin dan sifatnya (sekali lagi, jangan percaya!);

Angin selalu bertiup kemanapun tanpa rasa lelah, begitu juga yang lahir pada hari kamis ini, adalah orang yang tidak murah menyerah, semangat kerjanya tinggi, tekun dan giat berlatih. Tapi dia tidak betah dirumah. Cuma dia kadang-kadang seperti pepatah? bagaikan kacang lupa pada kulitnya,? yaitu suka lupa diri dan terkenal banyak omong dan curiganya berlebihan. Sifatnya yang bisa diacungkan jempol adalah: tidak pernah dendam.

Mengenai arti atau tafsiran hari pasaran kelahiran atau apapun, saya pribadi tidak percaya terhadapnya. Namanya juga berdasarkan pengalaman dari para mbah-mbah kita yang ’didokumentasikan’. Semua generalisasi adalah salah, tapi saya tidak total menyalahkan. Untuk hal budaya semacam ini, saya memilih untuk menjadikannya khasanah. Tidak menentangnya mutlak model FPI, tapi jelas tidak mempercayainya karena takut syirik. Hanya khasanah, seperti halnya garam dalam masakan. Memberi rasa sedap, tapi jika berlebihan akan merusak rasa itu sendiri. Bagaimana menurut anda?

File sharing: Kalender Jawa

  • Comments Off
  • Filed under: Budaya, Ragam
  • Pupus sudah Multiply

    Setelah mengkomplain ke pihak Multiply tentang kasus pencurian account saya, maka ini lah jawabannya:

    Hi,Unfortunately, once yor account has been terminated, there is no
    way of reinstating that username. The best thing to do is go ahead and join
    again under a new username. Sorry for the inconvenience.

    Preston

    Sebenarnya sangat sangat tidak puas, jawaban yang tidak membantu. tapi bagaimana lagi? Misuh-misuh bukan sebuah solusi. tampaknya saya akan membuat account baru. jadi ingat guyonan tukang becak asal madura, "1500 koq minta selamat". gratisan koq minta baik pelayanan.

    Terima kasih kepada Rachma yang mengusulkan complaint ke MP, serta Igun atas penjelasan teknisnya. hmm, saya harus berpikir account yang unik lagi.

    *blogging from Cengkareng, starting to Palembang
  • Comments Off
  • Filed under: Aku, Blognet, Ragam
  • Ibu-ibu zaman sekarang

    Pagi ini sarapan di warung dekat kontrakan. sembari melahap dengan menahan rasa, karena badan yang kurang sehat. terdengar singkat dua ibu masuk ke warung untuk membeli makanan.

    Awalnya wajar saja, mereka membeli beberapa lauk dan nasi. tapi kemudian salah satu ibu itu menyela,

    "enakan beli gini bu ya, daripada masak sedikit dan cape," kata ibu pertama

    "iya bu, saya juga suka beli daripada masak sendiri," timpal ibu kedua

    Karena perhatian sudah diarahkan ke pembicaraan dua ibu tersebut, maka sebentar melihat bahwa salah satunya membayar lauk dan nasi yang dibelinya sejumlah 15 ribu. dalam hati kemudian berpikir, memang masuk akal kalau 'hanya' 15 ribu dibandingkan cape jika masak sendiri.

    Tapi kemudian berpikir, jam sepagi ini (sekitar jam 8) dan ibu ini tidak dalam kondisi berangkat kerja (terlihatnya ibu rumah tangga biasa), apa yang dilakukan lagi kalau makanan beli terus tidak masak lagi??

    Ok, untuk perempuan yang punya aktivitas fenomena 'membeli makanan' diatas sudah jamak dan hal yang wajar. tapi bagaimana dengan dua ibu rumah tangga ini, atau banyak ibu-ibu lain yang berpikiran sama seperti itu.

    Jadi bagaimana menurut anda fenomena ini, dari kacamata laki-laki atau perempuan sendiri?
  • Comments Off
  • Filed under: Keluarga, Perempuan, Ragam
  • kehilangan account multiply

    Kesal dan marah, tapi tak tahu harus dilimpahkan ke siapa. Begitulah setelah cukup lama mempunyai account Multiply (MP) untuk menyimpan beberapa koleksi dan pastinya syarat komen ke MP, tiba-tiba saja account tersebut hilang. Iya, hilang. Benar-benar tidak ada.

    Selidik punya selidik, akhirnya saya menebak inilah yang menjadi penyebabnya (dikirimkan personal message ke MP saya, terforward ke mail).

    Nov 21, '07 4:50 PM
    for users the3an and robinnpv374

    hi.. how's
    it going!

    So, i guess it's time for me to start using this account.
    I can hold back no longer! I wandered into your profile and well, I liked what I
    saw.. ;p

    So um, my name is Robin Clark. I think you and I should be
    friends, because you seem pretty nice, and maybe even cute! (it's so hard to
    tell in this digital world :)

    anyways, i'd go on all day, but I'd
    like to get a response from you.. You should check out my other page on this
    other site, I'm always on over there:
    http://www.friendzonly.com/?id=2531&mypics (my username is sportee_kitten).
    Then maybe we could chat sometime! you know what they say.. appearance catches
    the eyes, but personality wins over the heart.. haha..

    talk to you
    soon,

    Robin Clark

    Tepat sehari sesudahnya, saya ingat masih bisa memakai account. Namun berikutnya, account saya sudah ‘jadi miliknya’, dan namanya sudah tidak bisa dibuat lagi (not unique ID). Padahal namanya sudah sesuai dengan tag ID yang selalu saya pakai (sudah menjadi semacam ‘icon name’ :p), dan sekarang sulit mencari kombinasi sesuai tag tersebut.

    Ingin rasanya misuh-misuh (astagfirullah..) pada itu orang namanya Robin Clark. Heran, entah password saya yang bisa dijebol (terlalu mudah), MP-nya yang kurang secure atau si robin-nya yang memang jago. Pokoknya, kurang ajar si robin itu. Huh.., kesel!!!
  • Comments Off
  • Filed under: Blognet, Ragam
  • Menjelang tidur

    "Nak, kamu harus segera tidur. Mamamu sudah dari tadi memintamu untuk segera tidur kan?" kata sang ayah kepada putranya.

    "Ayah.., sebentar lagi ya! Ini tanggung bacanya, lagi seru-serunya. kan kata ayah, sehari 50 halaman," si anak sungguh-sungguh menjelaskan kepada ayahnya.

    "Iya.. tapi mamamu benar juga nak. besok pagi kamu harus ikut jama'ah shubuh di masjid sama ayah."

    "Aku janji deh yah, besok ikut ke masjid. Asal dibangunin..." jawab si anak sambil senyum kecil.

    "Oh, baiklah. Sekarang janji ke ayah dulu ya, segera berangkat tidur setelah 50 halaman. Sudah malam nak, mamamu khawatir. Mama sayang sama kamu."

    "Ya ayah, aku janji. Tapi ayah jangan bilang ke mama ya, kalau aku belum tidur sekarang." "hmm.., ok. Selamat tidur sayang. Besok pagi kita shubuh ke masjid, ok?"

    "Ok yah!"

    "Tapi, tapi ayah.." si anak kembali menyahut persis sebelum ayahnya beranjak dari tempat tidur.

    "Besok abis shubuh dan mengaji, boleh tidur lagi? Kan libur.. hehe," si anak senyum manja kepada ayahnya.

    "lho.. bukanya besok kita mau lari pagi?"

    "ya.. setengah jam juga lumayan ayah, membayar malam ini.. hehe"

    "Wah, kamu ini yaa. Ssssttt....!" sang ayah berkata sambil menutup jari telunjuk tangannya ke mulut.

    "Aku sayang ayah...., " sergap si anak merangkul sang ayah.

    "Jangan lupa berdo'a ya. Have a nice dream sayang!"

    ***
    padahal, tidak hanya ibu!
    selamat hari ibu..


    :)


    @ oil field, south sumatera

  • Comments Off
  • Filed under: Cerita, Keluarga, Ragam