Teknik Industri ITB 2002

Sebuah aggregator blog..

Archive for March, 2008

Best Innovation Award

Alhamdulillah proposal kami, Moncer Team dari Tegal, berhasil masuk nominasi Top Ten dalam Best Innovation Award 2007 level area Jawa Bali yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan Telekomunikasi di Indonesia. Penyelenggaraan kompetisi ini bertujuan untuk menggali ide-ide brilliant dan inovatif yang dimiliki karyawan perusahaan tersebut dalam rangka memenangkan kompetisi untuk menjadi service leader di antara perusahaan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia.
Karya kami berjudul ARTEMIS : IT based Smart System For Customer Service. Saya akan sedikit bercerita tentang proposal inovasi ini.

Latar belakang ide ini muncul sebagai upaya yang harus dilakukan perusahaan dalam menyikapi sebuah perubahan. Positif negatif nya dampak yang muncul sebagai akibat dari perubahan bergantung dari bagaimana langkah yang diambil dalam menyikapi perubahan tersebut. Perusahaan sedang mengalami perubahan dalam pengelolaan SDM, dalam hal ini personil CSR (Customer Service Representative). Masa kontrak yang semakin singkat (1 tahun) membuat siklus turn over personil menjadi semakin cepat. Proses pergantian personil yang cepat membutuhkan waktu adaptasi yang tidak singkat bagi para karyawan baru. Proses pergantian itu juga merupakan sebuah bentuk ketidak stabilan terhadap sebuah pengetahuan, asset penting yang di miliki perusahaan yang tersimpan dalam memori para CSR. Ketika terjadi pergantian CSR, maka pengetahuan tersebut ikut hilang bersama dengan bergantinya CSR tersebut.
GraPARI Tegal, kantor perwakilan perusahaan di Kota Tegal, juga merupakan bagian dari perubahan, yaitu perubahan dari ketiadaan menjadi suatu yang ada sebagai GraPARI baru. Sebagai GraPARI baru, GraPARI Tegal dilengkapi personil baru, personil CSR yang masih baru.
Tuntutan akan tingkat pelayanan yang berkualitas juga merupakan sebuah hal penting bagi perusahaan. Kecepatan pelayanan dan ketepatan solusi bagi pelanggan dari para CSR merupakan salah satu key success factor dalam sebuah pelayanan yang dikatakan berkualitas. Dalam sebuah pengamatan, didapatkan temuan bahwa bentuk pelayanan (cepat dan tepatnya) bergantung dari kondisi dari CSR itu sendiri. Apakah CSR memiliki pengetahuan yang baik, bergantungh daripengalaman yang dimilikinmya, apakah CSR sedang dalam kondisi mood yang baik? karena tidak dapat dipungkiri, setiap orang berbeda-beda dengan tingkat pengalaman yang berbeda dengan tingkat pengalaman yang berbeda juga tentunya.
Dari beragam permasalahan yang diungkap, kita dapat ambil sebuah titik kesimpulan bahwa kebergantungan sistem terhadap CSR yang membuat sistem itu tidak stabil. CSR diposisikan sebagai knowledge center, tempat berkumpulnya semua pengetahuan. Ketika CSR berbeda, maka berbeda pula pengetahuan yang ada. Ketika CSR hilang, maka hilang pula pengetahuan yang dimiliki.
Oleh karena itu, kami mengusulkan sebuah sistem yang dapat memindahkan pengetahuan yang ada di kepala CSR ke dalam sebuah sistem maya. Sistem tersebut berfungsi sebagai pusat pengetahuan. Kata kunci dalam usulan ini adalah Knowledge Management System yang mengumpulkan semua pengetahuan perusahaan terhadap standar layanan kemudian dikelola secara optimal mana kala pengetahuan tersebut dibutuhkan. Kata kunci kedua adalah problem identification and troubleshooting tool yang akan membantu para CSR memberikan solusi pelayanan secara cepat dan standar berdasarkan gejala-gejala permasalahan yang dimiliki pelanggan.
Pada akhirnya ini merupakan sebuah ide yang masih belum matang dan butuh kerjasama lintas departemen untuk mewujudkannya. Dan kami bersyukur bahwa dengan adanya kompetisi seperti ini mudah-mudahan menjadi sebuah ajang penyaluran ide-ide inovatif yang dimiliki karyawan.
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Awass nama mu di catutt !!

    Apa yang kamu rasakan ketika kamu dilaporkan melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam pikiran mu untuk melakukannya...?

    BETE jelass!!!

    Ceritanya minggu pagi (sebagai bagian dari ber-long weekend di kantor), tepatnya pukul 4 pagi, saya baru pulang dari kantor...sampai kosan, menunggu sedikit sambil bebersih tubuh, solat subuh pun tuntas dilakukan. Setelahnya, berat mata ini pun tak bisa saya tahan lebih lama lagi. Akhirnya tumbang lah saya di kasur..

    Waktu menunjukkan pukul 13.30 ...terbangunlah saya karena tersadar bahwa saya belum solat dzuhur...bersih-bersih badan lalu solat dzuhur pun tuntas. Genderang di perut saya mulai bertabuhan menuntut haknya untuk diisi. Jalan lah saya mencari beberapa suap nasi dan tegukan air yang dapat mengembalikan energi yang habis digunakan tidur J makan pun selesai, masuklah sebuah pesan singkat ke P1i saya. Dari security kantor.

    “mas bram,apa mas pinjem motor jupiter warna merah?ini ada orang nyari mas bram katanya motornya dipinjem sampe skarang blom dikembaliin”

    Whaaat... #$@#$$%#@%

    Kapan saya keluar kamar ya?rada gak mungkin saya melakukan aktivitas meminjam motor orang dalam kondisi masih tertidur. Tuk mengobati rasa penasaran, saya telpon balik security kantor kami

    “Ada apa mas?”

    ‘ini mas ada yang cari, katanya motornya dipinjam sama A*** pegawai T*******L. Makanya saya konfirmasi apa betul mas bram pinjem motor?karena setahu kami mas bram habis pulang jam 4 pagi tadi belum ke kantor lagi.”

    A*** pegawai T*******L ? itu kan nama saya?

    “yakin mas tu orang cari saya? soalnya saya juga ini baru bangun trus cari makan. Mending dipastiin dulu bener gak ciri-cirinya sesuai ama ciri-ciri saya.’

    “Oke mas entar di konfirmasi lagi. Orang nya juga lagi pergi dulu”

    “okee...kabarin lagi ya.hati-hati juga security, siapa tau tuh orang nipu”

    “siaap..”

    Setelah berapa lama, masuk lah pesan singkat dengan isi

    “mas, sudah di klarifikasi, ciri-cirinya gak sesuai ama ciri-ciri mas bram. Smua ceritanya berindikasi mengarah ke satu orang, ini kita lagi coba konfirmasi orang yang kita duga”
    Saya balas sms tersebut ...

    “oke. Pastikan ciri-cirinya emang betul, diselidiki lebih jauh lagi, jangan main tuduh sembarangan. Pun kalo memang orang kita, sampaikan ke pihak luar secara hati-hati, kita harus jaga nama perusahaan siapapun itu yang tertuduh.”

    “siaaap..”

    Kasus saya anggap selesai, karena memang ciri-ciri yang dikemukakan tidak sesuai dengan ciri fisik saya.

    Beberapa saat sampai di kosan, belum sempat ngaso-ngaso, masuklah pesan singkat, kembali dari security..

    “mas, sebaiknya mas bram kesini, biar korbannya juga yakin kalo benar bukan mas pelakunya. Soalnya yang diduga pelakunya masih di luar kota dalam perjalanan menuju Tegal”

    “oke deh saya ke kantor. Sebentar yaa.”

    Karena merasa haqul yakin bahwa saya ga salah apa-apa, kebetulan kantor juga dekat sekali dengan kosan, dengan PeDe, saya berangkat ke kantor.

    Sesampainya di kantor, di antar lah saya oleh security ke bapak-bapak tersebut (jumlahnya kurang lebih 4). Karena yakin, dengan PeDe saya katakan

    “Saya A*** pegawai T*******L. Ini KTP saya pak kalo diperlukan”

    PeDe doonk..bukan saya pelakunya kok.

    “Oh iya mas, mohon maaf sebelumnya,orangnya beda dengan wajah mas”begitu kata mereka.
    Jadi rupanya ada yang menggunakan nama saya A*** pegawai T*******L yang menawarkan pekerjaan pada si korban bahwa di kantor kami ada pegawai yang tidak beres pekerjaanya ingin diganti. Alih-alih mendapatkan pekerjaan tersebut, si korban malah menyerahkan motor+ STNK nya kepada pelaku. Ya laip lah tuh motor.

    Ini sudah terjadi kedua kalinya ada orang yang mengaku nama saya A*** pegawai T*******L. Waktu itu, sekitar Oktober 2007 ada seorang wanita mencari A*** pegawai T*******L yang orang bandung ke kantor. Dia ngakunya di perkosa (dihamili) oleh oknum tersebut.

    Saya yang sedang menikmati santap siang di ruang atas kantor kami kaget. Untungnya begitu turun untuk menemuinya, saya sempat berganti wajah, sehingga perempuan tersebut tdak dapat mengenali wajah saya yang ternyata tidak sesuai dengan wajah pelaku yang dimaksud.. ;p
    Dosa apaaa saya di kota Tegal..kok belum-belum sudah ada yang mencatut nama saya ya.

    Sekedar pelajaran buat rekans sekalian, jangan sembarangan mengumbar nama jika memang tidak diperlukan. Dan yakin lah, PeDe, jangan takut jika memang rekans sekalian merasa benar, tidak pernah melakukan sesuatu seperti apa yang dituduhkan.

    Sekian cerita singkat dari tegal, c u next time.
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • what about..

    what if I took my time to love you? what if I put no one above you? what if I did the things that really mattered? what if I ran through hoops of disaster? no one would care if we never made it.. we're in this alone, so why don't we face it? there is no room to blame one another.. we just need time to forgive each other.. how can I give this love a new beginning? how can I stop the rain? it's never ending.. how do I keep my soul believing? memories of how we should be keep calling.. i'll take the rivers rise.. i'll take the happy times.. i'll take the moments of disaster..

    what about love? what about feeling? what about all the things that make life worth living? what about faith? what about trust? and tell me baby, what about us?


  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Selamat Hari Kehutanan Dunia



    Did you know?

    1. Dalam PP No. 2 Tahun 2008 tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa peraturan ini hanya berlaku untuk 13 perusahaan tambang yang telah ada sebelumnya.

    2. PP No. 2 tahun 2008 tidak hanya mengatur biaya "sewa" kawasan hutan untuk aktivitas penambangan, tapi juga untuk migas, panas bumi, jaringan telekomunikasi, stasiun pemancar radio, stasiun relai televisi, ketenagalistrikan, instalasi teknologi energi terbarukan, instalasi air dan jalan tol.
    (PP No. 2/2008 dan lampirannya dapat didownload disini)

    3. Total lahan yang disewa oleh ke-13 perusahaan tambang tersebut sebesar 936.648 hektar.

    4. Menurut Direktur Greenomics Efendi Elfian, penambahan penerimaan akibat diterapkannya PP No. 2 2008 tidak mengubah kontribusi penerimaan subsektor pertambangan umum terhadap total penerimaan negara dalam revisi APBN 2008 secara signifikan, yakni dari 0,51% menjadi hanya 0,68%. (Bisnis Indonesia, 27 Feb 2008)

    5. Tarif “sewa” hutan yang ditetapkan pemerintah berkisar antara Rp 1,2 juta – Rp 3 juta per hektar per tahun. Sedangkan biaya reboisasi sendiri berkisar Rp. 7,5 juta per hektar (untuk bibit dan biaya tanam). Jadi BEPnya sekitar 3-4 tahun dong? Hehe..
    Itu kan belum dihitung potensi bencana yang mungkin timbul akibat perusakan lahan dan waktu yang dibutuhkan sampai lahan tersebut kembali ke kondisi semula. Menurut Greenomics, kerugian yang ditimbulkan oleh PP No. 2 ini dapat mencapai 70 Triliun. Sedangkan penerimaan yang ditargetkan pemerintah dari sewa hutan ini sebesar 1,5 triliun rupiah per tahunnya.


    6. Jika dirunut, permasalahan mengenai PP No. 2/2008 ini berasal ketika pemerintah mengeluarkan UU No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Pada pasal 38 UU No. 41 tahun 1999 ini disebutkan bahwa pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola penambangan terbuka. Karena ada kebingungan kejelasan izin usaha untuk 13 perusahaan tambang yang telah beroperasi sebelum adanya UU ini, pemerintah akhirnya mengeluarkan Perpu No. 1 Tahun 2004. Pada perpu ini, yang kemudian dikuatkan menjadi UU No. 19 tahun 2004, dinyatakan bahwa semua perizinan/perjanjian yang telah ada sebelum UU No.41 1999 disahkan tetap berlaku (Perpu No. 1 2004, pasal 83A). Kementrian Kehutanan kemudian mengatur pelaksanaan Perpu ini dengan mengeluarkan Permenhut No. 12 tahun 2004, yang menyatakan bahwa perizinan yang disebutkan pada Perpu No. 1 tahun 2004 berlaku HANYA untuk 13 izin yang nama perusahaan dan lokasi penambangannya sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2004. Tahun 2006 Kementrian Kehutanan mengeluarkan P-14 tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan. Pada P-14 pasal 1 disebutkan bahwa pengguna kawasan hutan wajib menyediakan kompensasi berupa lahan bukan kawasan hutan yang direboisasi untuk dijadikan kawasan hutan atau sejumlah dana yang dijadikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Departemen Kehutanan. Pemerintah kemudian mengeluarkan PP No. 2 2008 untuk mengatur masalah PNBP ini, setelah perusahaan-perusahaan tambang tersebut sulit menemukan kompensasi berupa lahan.

    7. Setau gw, setelah nanya-nanya ke anak hukum, kalau ada hal-hal yang tidak dicantumkan dalam satu peraturan maka hal-hal tersebut tetap mengacu ke peraturan di atasnya. Jadi, jika UU No. 41 masih berlaku, pemerintah seharusnya tidak boleh dan tidak akan pernah boleh (apaan si ni kalimat gw) memberikan izin untuk perusahaan tambang dengan pola penambangan terbuka untuk menggunakan baik kawasan hutan lindung maupun hutan produksi.
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • 1. Bunaken Beach
    Manado, North Sulawesi

    2. Natsepa Beach
    Suli Village, Ambon, Central Maluku

    3. Parai Tenggiri Beach
    Bangka Island, Bangka Belitung Province

    4. Pelabuhan Ratu Beach
    Sukabumi, West Java

    5. Kuta Beach
    Kuta, Denpasar, Bali

    6. Sanur Beach
    Sanur, Denpasar, Bali

    7. Dreamland Beach
    Badung, Bali

    8. Senggigi Beach
    Lombok, Mataram, West Nusa tenggara

    9. Gapang Beach
    Weh Island, Nangroe Aceh Darussalam

    10. Bintan Beaches (Trikora & Sekera)
    Bintan Island, Riau Island

    Taken from Garuda Magazine – March 08

    *so, which one firstly do you prefer to go to? :)

  • Comments Off
  • Filed under: Perjalanan
  • a love that will last..

    masih euphoria javajazz nih.. seneng bisa nonton performance nya Renee Olstead, hampir depan panggung bgt lagi.. cukup puas lah, hehe.. yaa, walopun Renee malem itu ga bawain lagu ini (dan akhirnya malah dibawain ama Audy waktu perform bareng bokapnya, dan jadinya sangat pop bgt!), tapi tetep ini lagu pertama dan yang paling gw suka dr Renee (curcol jugaaa, ahakhakhak).. so, let's sing the song everybody!!!


    I want a little something more
    Don't want the middle or the one before
    I don't desire a complicated past
    I want a love that will last

    Say that you love me
    Say I'm the one
    Don't kiss and hug me and then try to run
    I don't do drama
    My tears don't fall fast
    I want a love that will last

    I don't want a just a memory
    Give me forever
    Don't even think about saying goodbye
    'Cause I want just one love to be enough
    And remain in my heart till I die

    So call me romantic
    Oh I guess that's so
    There's something more that you oughta know
    I'll never leave you
    So don't even ask
    I want a love that will ...
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Beta Version of Wi-Fi

    I came across an interesting "fact" in the Heroes Happen Here comic strip. A radio is called a beta version of wi-fi, not exactly true, but kind of reminding me over how simple does the past usually is.

    Get the comic here.

    Share this post: | | | |
  • Comments Off
  • Filed under: Others
  • Tradisional vs Medis

    Telah tumbuh di masyarakat metode-metode penyembuhan tradisional yang manjur, baik yang telah terbukti secara medis atau bahkan yang tidak bisa dibuktikan secara medis. Metode penyembuhan tersebut turun temurun, menjadi bagian dari budaya masyarakat. Dan yang menjadikan metode itu kuat mengakar, karena metode tersebut terbukti bisa menyembuhkan dengan baik.

    Lalu datanglah metode kedokteran (medis) yang sangat ilmiah, substansial dan sistematis. Kalau dari substansinya, metode medis jauh lebih menyakinkan daripada tradisional. Secara empiris, medis melalui dokter dan semua perangkatnya bisa menyembuhkan dengan baik, namun tetap tidak bisa menjanjikan 100% kesembuhan.

    Tentang usaha entah metode tradisional atau medis tentu lain dengan kesembuhan. Usaha adalah usaha, sedangkan kesembuhan sendiri banyak faktornya. Mulai dari sugesti diri hingga kuasa Tuhan.

    Masyarakat pun akhirnya masih juga banyak menggunakan tradisional sekalipun akses medis makin menyebar. Satu hal karena relatif lebih mahal, kedua karena lebih percaya tradisional yang membudaya. Pihak medis pun tidak seharusnya menjadi egois, memandang benar sendiri lalu mencampakan realita bahwa tradisional juga mampu memberikan kesembuhan yang baik.

    Ini bukan tingkat melek medis atau pendidikan yang masih rendah di masyarakat, tapi ini justru sebagai bentuk pilihan. Untuk itu lah kiranya masyarakat juga harus tahu, saat kondisi tertentu harus ke tradisional atau kondisi yang lain dimana memang mengharuskan pergi ke medis.

    ***
    Pernah mengalami jatuh, sehingga menyebabkan tulang terkilir atau keseleo? Sebagai orang awam, pasti akan menganjurkan untuk menyerahkan urusan ke tukang (ahli, dukun?) pijat untuk mengembalikan tulang atau bagian-bagiannya yang kurang tepat. Atau setidaknya dioles-oles dengan balsem peregang otot sendi. Itulah yang dinamakan dengan cara tradisional.

    Cara medisnya, maka segera lah pergi ke dokter untuk pemeriksaan. Jika sakitnya parah, maka dokter akan meminta untuk difoto bagian tulang yang sakit tersebut. Jika tidak retak atau patah, maka obat penghilang nyeri luar dalam jadi solusi. Jika retak atau patah, maka berikutnya jatah dokter orthopedi dan bisa keluar dengan 2 pilihan, di gips (benar tulisannya?) atau operasi dengan pemasangan implant (pen). Itulah secara singkat cara medis menangani tulang.

    Selasa 4 Maret sore, telunjuk kiri saya terkilir karena olahraga. Bengkak, sakit sekali. Rabu malam saya memutuskan untuk mengundang tukang pijat. Esoknya, rekan kantor menyarankan ke dokter untuk dipotret karena bengkak yang tidak hilang. Singkatnya, tulang metakarpal telunjuk kiri saya retak dan menurut dokter orthopedi disarankan operasi penanaman implant supaya hasilnya baik dan cepat.

    Kamis malam saya masuk RS dan jumat paginya operasi (pertama kalinya masuk RS, dibius, dan operasi dalam sejarah hidup saya). Alhamdulillah, lancar. Dalam rontgen tangan pasca operasi, terlihat 3 pen yang di silangkan di metakarpal kiri saya. Saya belum pernah melihat benda ini diluar tangan saya, namun membayangkan ada 3 ‘paku kecil lentur’ di telapak saya, kadang membuat perasaan bercampur.

    Sabtu 8 Maret pulang, dan diharuskan kontrol setelah 1 minggu untuk melepas perban tangan. Jujur memang manjur metode operasi medis ini. Tangan saya membaik dan berasa tidak sesakit sebelumnya. Terima kasih dok. Benar-benar ajaib! (ah, tapi tetap saja ada ‘benda asing’ dalam telapak kiri saya)

    Sebelumnya saat divonis dokter bahwa pijat yang membuat segalanya makin parah, saya mengelak, “kalau dokter menjadi saya, orang yang awam kedokteran, tidak tahu seluk beluk tentang orthopedi lalu tulangnya keseleo atau terkilir, maka saya yakin dokter juga akan memijit bagian yang sakit itu”. Dan dokter itu pun senyum mengiyakan.

    Sudahlah, yang penting sekarang tangan saya kembail, Alhamdulillah. Belum 100% memang, mudah-mudahan secepatnya akan pulih normal. Sekarang saya pun berhitung bahwa 3-5 bulan lagi, saya harus kembali operasi mencabut ‘benda asing manjur’ dalam tangan saya (many thanks to my company).

    Dan yang terpenting semakin menyadari, bahwa kesehatan itu rezeki luar biasa yang diberikan Khaliq pada kita. Maka dari itu, mari manfaatkan sehat kita sebelum datang sakit kita. Tidak ada kata terlambat.

    *terima kasih untuk do'a keluarga, teman dan sahabat.
  • Comments Off
  • Filed under: Aku, Harian
  • akankah?

    kamu pernah bilang :

    "saya udah keluarin 80% usaha saya buat kamu.. buat orang lain, siapapun, paling banter saya kasih 60%.."

    kenapa cuma bisa 80% sementara saya udah mati2an ngeluarin usaha saya lebih dari itu?? dan kenapa pada akhirnya kamu menyerah pada si 20% itu?? atau apa yang sekarang terjadi sebenarnya adalah bentuk perjuangan 80% kamu?? saya gak ngerti.. dan tetep gak akan ngerti sampe kamu kembali seperti dulu lagi, sesuai apa yang udah kamu janjiin selama ini..

    akankah?
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Menikmati Hidup

    "Nak, kenapa kamu seperti tergesa-gesa?" tanya Ibu. "Tidak tergesa-gesa kok Bu. Aku sudah memperhitungkannya. Hanya saja masih banyak hal yang ingin aku capai" jawab sang Anak. Saat pembicaraan itu selesai sang Anak pun kembali dalam sunyi dan ia berbicara dengan hatinya : "Dengan semua kesegeraan ini, bisakah aku menikmati hidupku?" Be present Anda yang sedang membaca tulisan ini hidup sejaman
  • Comments Off
  • Filed under: berbagi