Teknik Industri ITB 2002

Sebuah aggregator blog..

Archive for August, 2007

Penguasa Pikiran

Anda suka X-MEN? Menurut Anda, siapa tokoh paling kuat di dunia X-MEN?

Apakah Wolverine, pemilik kuku adamantium yang sel-selnya bisa meregenerasi dirinya sendiri? Atau Cyclops dengan optic blast-nya? Rogue yang dapat menyakitkan jika disentuh? Mystique yang mampu mengubah-ubah tampilan? Atau Magneto si pengendali segala macam logam?

Kreator X-MEN rupanya ingin mengajarkan satu hal: kekuatan terbesar tak harus berbentuk serba fisikal dan tangible. Kekuatan terbesar di X-MEN adalah pikiran. Karena itu, Prof. Xavier adalah orang yang terkuat di dunia X-MEN. Ia bisa terluka jika diserang, tak bisa terbang atau mengeluarkan api atau mengendalikan cuaca atau menghilang, tapi ia mengetahui, dan mengendalikan pikiran. Jadi, bukan senjata nuklir yang sangat powerful, tapi pikiran yang mampu menciptakan senjata itu. Bukan AK-47 yang mengerikan, tapi pikiran Kalashnikov yang hebat mampu menciptakannya. Tentu saja untuk menjadi nyata pikiran tadi harus terejawantah dalam entitas fisik, tapi tetap saja pada mulanya adalah pikiran.

Konon, Jean Grey memiliki kekuatan pikiran yang lebih superior dibanding Xavier sekalipun. Namun mengapa ia tak menjadi yang terkuat, dan malahan tewas? Xavier mampu mengendalikan pikirannya, sementara Jean tidak. Satu hal lagi dari X-MEN: Kekuatan paling kuat adalah pikiran yang bisa jadi nyata, dan dapat dikendalikan. Percuma punya pikiran yang bervisi jauh ke depan, tetapi tak terkendalikan, sehingga lebih mirip khayalan...

Sekarang pertanyaan berikutnya: diantara kemampuan-kemampuan pikiran, mana yang paling berbahaya? Xavier bisa melacak posisi orang lain, mengetahui pikiran orang lain, bisa mengendalikan pikiran orang, bisa membuat orang lain takluk pada kemauannya. Mana yang paling mengancam?

Mengendalikan pikiran orang lain, kita akan bilang. Percuma Anda punya senjata sekuat apapun, tapi ketika berhadapan takluk dan urung menyerang.

Ternyata para kreator X-MEN (dalam cerita ini, terutama Brian Michael Bendis) berbeda pendapat. Perkenalkan Scarlet Witch, putri dari Erik Magnus aka Magneto, yang dengan pikirannya mampu mengubah (alter) realita.

Dalam House of M, serial komik 8 seri X-MEN dan the Avengers, Scarlet Witch mengubah realita semua dunia marvel. Manusia tiba-tiba menjadi minoritas dan kaum pemberontak, negeri para mutan tegak berdiri dipimpin oleh Erik Magnus. Spiderman menikah dengan Gwen Stacy dan punya anak, Paman Ben tidak mati dan mereka semua bahagia. Wolverine punya affair dengan Mystique dan mengetahui seluruh asal usulnya, yang selalu menjadi obsesi hidupnya. Semua mutan bahagia, tapi manusia tidak. Tapi peduli amat, manusia yang diubah realitanya toh tidak sadar, atau malah tidak diikutkan dalam cerita. House of M ini mirip cerita Matrix, dimana The Machine mencipta semua ‘dunia’ dari tiap manusia yang dilahirkan dan malah manusia menjadi energi, sementara tak ada manusia yang sadar (kecuali para pemberontak, Neo dan kawan-kawan).

Sederhananya, Scarlet Witch adalah TUHAN dalam dunia itu. Namun ia tuhan yang lemah, yang fragile, yang bukan Tuhan. Tak semua orang bisa diubah realita dalam pikirannya. Seorang perempuan kecil dan Wolverine bertahan dengan realita semula (realita sebenarnya?).

Nah, bagaimana jika Scarlet Witch mampu menjadi tuhan yang baik? Tuhan yang benar-benar Tuhan, seperti Tuhan kita semua? Praktis, dia adalah Tuhan setuhan-tuhannya (Terlalu banyak kata Tuhan ditulis disini...).

Seperti yang pernah ditulis (dengan sangat baik dan panjang!) disini, bagaimana jika Tuhan kita, yang tentu saja bukan Scarlet Witch, sebenarnya melakukan reality altering pada apa yang sekarang kita sebut ‘dunia’ sekarang ini? Wah, Anda punya harta seberapapun, istri secantik apapun, kekuasaan sebesar apapun, menjadi nothing. Saat kenyataan tersingkap, semua jadi tak berarti.

Bagaimana jika kenyataan sebenarnya itu disingkap, ketika kita, misalnya, telah dikumpulkan di akhirat, di padang mahsyar, atau di alam kubur? Saya bayangkan, kalau kita melakukan hal-hal yang sia-sia sekarang di sebuah dunia ilusi Tuhan, tentu saja kita akan serta merta merasa bodoh dan menyesal. Atau merasa bersyukur dan gembira, karena yang kita lakukan sebelumnya adalah kebaikan.

Ah, gagasan Tuhan seperti mutan sempurna yang melakukan reality altering kan spekulatif? Apa pula referensinya, House of M dan the Matrix? Hahaha.

Namun, tak ada ruginya berbuat kebaikan.

Wallahu a’lam bis showaab.
Sebagai peringatan untuk diri sendiri.

  • Comments Off
  • Filed under: Refleksi, komik, pop culture
  • travel type - moi


    Your travel type: Travel Yup

    The Travel Yup likes exotic and adventurous travel, but prefers big cities with fast paced life. She has a keen interest in other cultures and always brings home a few souvenirs.

    Shopping in Bangkok, getting a tailor made suite in Kuala Lumpur, that's the kind of thing the Travel Yup is into. Even though he likes to get away, he prefers her travels to be comfortable.

    top destinations:

    Tahiti
    Beirut
    Amsterdam

    stay away from:

    Tokyo
    Cairo
    Darien Gap


    get your own travel profile

    I think I don't agree w/ the result...as I can be more militant than this...hehhe...
    But I'd surely wouldn't want to eat mice spoiled cereal!!@$#@#!! try this yourself!
  • Comments Off
  • Filed under: sampah
  • When It all trembles, where to go?


    Pic : epicentrums all around the world 1961 - 1998.

    can you see where Indonesia is?

    *memorizing the horifying night on the 21st fl, last Jakarta's quake. ~_~ think twice living in an apartment guys - especially in place like ours..You can't really see where Indonesia is on the globe tear out...It was simply because the only place doesn't covered by epicentrum dots is Borneo Island!! Can You Imagine that? We're living on thousands plates, moving dynamically every minutes....the earth is sleeping beneath us. And when it wakes up...hmh.

    But so I heard, the propagation due to the dynamic moving of the plates is actually better than no moving at all--which would cause even greater disastrous quake when the giant suddenly wakes up.

    Anyways, guys....
    It was one of the most horrifying night in my whole life...(not to exaggerating things) but at the moment, It was horrrorr!!! Hahaha..Ok I'm exxagerating.

    I was on the 21th floor of my apartment...
    a friend just stepped away so practically I was alone. but still awake, replying an sms...--when suddenly...

    I got dizzy and felt the floor's moving...
    The wooden curtain shackled...hard...hard andwhen I thought It would stop, it goes even harder....
    Draaakkk!!!Draaadakdadadak!!! I stood and try hard to balance myself. out of my dizziness.

    ZZnngg!!!
    Felt my goosebumps rose all over me!
    Sudden sense of tremor comes rushing in

    Tried to figure out which window's not locked

    y are the curtain were moving so franticly

    Has a ghost visited the room...Is the apartment that creepy?
    Tried hard to memorize surah Yasiin at the moment...urghh

    Not yet on ease, I felt another rush of trembling noise comes--this time, not only from the curtains. Not just anything else trembles...My heart was jolting even faster outta its socket...

    Everything shackled....the floor...the wall....My parquite floors...squeaking all over the place
    Kriiiieettt...Kriieeett............Arghh...I can imagine the wall's cracking, the steeland all...
    brrr..

    Then I know, It was no ghost. It was no wind blowing. It was the earth. Mayday from earth!
    an EarthQuake that is!

    at the moment I tried to figure out the basic procedure dealing w/ earthquake I often preview on my office's toilet's door.
    1) Stay close to the wall or
    2) Get under sturdy table.
    So stupid are the procedure! How could someone on the 21st floor be on ease sticking under a table. The building might eventually tremble and you'd squished under mio-tonnes of concrete, like a cockroach squished under your shoes. Ewwwwww!! not a happy thought. bad thought--! bad thought.

    My foot was moving not a second later. I was not even thinking. It was all my little brain sending motoric synapsis. Not even processed by its bigger brother.

    Without sandals on, I grabbed my keys and handphone and dashed off the unit. Stupidly, everybody else in my floor doesn't even bother to come out. I, was somehow relieved to hear squeaking sound coming out not just from my room, but from every other room--confirming that It was sure not a ghost residing only in my unit--But still confused y was I alone out there.

    Guys, the most-not-trembling part of the building during earth quakes are the alley of the the building. Might be because there are no furniture at all there, but I sure didn't even felt like moving when I know the quake was happening so hard at each rooms

    Going down using the stairs? Hell, Back to the cockroach story. no thank you. At least if it really trembles, I still have a box covering me. Whatever would my shape be. I chose using the elevator instead. Hop in.

    I know. stupid stupid idea. Can't think of anything smarter that time.

    Anyway, few minutes later..I got away from the building safely, followed by other fellow neighbours...in their various costumes. hehea...what a unique sight that nite, having seen everyone in their 'nightie' costumes...boxer, swimsuit !@#@!$!.., night gown!, pyjamas, thankfully, nobody really wears nothing.

    It was not until the next 2 hours that I finally managed to get to sleep.
    And the next morning found it unbelievable that some of my friends doesn't even felt a thing the next day! What a cow!


    It was not my first time earthquake experience. The previous ones were equally stupid, but this one caused greater fear due to the amplitude that I felt from 21st floor. the I-Don't-know-what-to-do kinda of fear.

    Anyways, from that days experience, I'd promised to make my life easier the next time (hopefully there'd be no next time)...but for the sake of earth quake disaster management, let me spread it out for you too. You, might find it useful too...

    *Please bear in mind, that despite my experience above, this points below are built in logical manner, not emotionally...*

    1. First, always have a decent clothe hung upon the door at night. A sweater or jacket will do. You wouldn't want to be spotted in your underwear or nightgown, or nothing(#$#!) by your neighbourhood, would you?!!
    2. Secondly, Always have your keys, valuable items and a pair of sandal available next to your door too..So grab and dash. grab and dash.
    3. Don't watch to much horror movie, or you'll be thinking like I was thinking. stupid.
    4. You might want to consider having your emergency kit next to the door, including first aid stuffs, money, some clothes, insurance cards, whatever, in case your house or apartment really kiss the ground.
    5. Be more logic than I am. The best practice in earthquake is actually having yourself under a sturdy table, placed against the wall.
    6. If not, go down by stairs. It's just that some elevator are so smart that whenever an earthquake comes, they'd hold still and shut off. But I somehow knew my apartment elevator ain't that smart. hawehaa....what an excuse.
    7. Stairs, so I heard, is not the safest part of the building,they are rumored to be the first part of the building that'd tremble down in case the building really trembles. So, better stay put in the room, as the first plan is: under the table.
    8. Prepare all the surah and ayat for you perusal...hehe
    9. Don't skip any prayer.
    That's it for now. Finger crossed, After Sulawesi, Jogja, and the recent, Indramayu epicentrum (look at the pattern guys...)..., hopefully, Jakarta is NOT the next to come. Amin.

    Cheers all,
    Have a good nite sleep!!! Well I would. =D


  • Comments Off
  • Filed under: good to know
  • Sparks

    Sparks – Tori Amos

    she's addicted to nicotine patches
    she's addicted to nicotine patches
    she's afraid of the light in the dark
    6:58 are you sure where my spark is
    here
    here
    here

    she's convinced she could hold back a glacier
    but she couldn't keep baby alive
    doubting if there's a woman in there somewhere
    here
    here
    here

    you say you don't want it again
    and again but you don't really mean it
    you say you don't want it
    this circus we're in
    but you don't, you don't really mean it
    you don't really mean it

    if the divine master plan is perfection
    maybe next i'll give judas a try
    trusting my soul to the ice cream assassin
    here
    here
    here

    you say you don't want it again
    and again but you don't really mean it
    you say you don't want it
    this circus we're in
    but you don't, you don't really mean it
    you don't really mean it

    how many fates turn around in the overtime
    ballerinas
    that have fins that you'll never find
    you thought that you were the bomb yeah well so did i
    say you don't want it
    say you don't want it

    how many fates turn around in the overtime
    ballerinas
    that have fins that you'll never find
    you thought that you were the bomb yes well so did i
    say you don't want it
    say you don't want it
    say you don't want it again
    and again but you don't really mean it
    say you don't want it
    this circus we're in
    but you don't, you don't really mean it, you don't really mean it

    she's addicted to nicotine patches
    she's afraid of the light in the dark
    6:58 are you sure where my spark is
    here
    here
    here


    ***
    First time i deeply in love with music is with this song. I just repeated it again and again (tough at that time, I don’t understand the lyric at all).
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Lengkap

    Lengkaplah sudah alasanku tak perlu lagi membeli TV Turner yang baru untuk menggantikan yang rusak.
    Hak siar EPL sudah jatuh ke tangan ASTRO.
    Sekarang saatnya berpikir untuk segera mendapatkan uang.
    Agar sempat mata ini melihat langsung Liverpool beraksi di Anfield, sebelum si merah berpindah markas.

    Hehehehe...

  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • A Cup of Coffee Never Save Me

    Notice : Tulisan di bawah ini adalah murni curhatan saya. Maka dari itu mohon dimaklumi atas kesemrawutan tata bahasa, kesalahan penggunaan kata-kata, ketidakjelasan tema, ketidakruntunan penyampaian dan ketidaknyamanan saat dibaca :). Sebenarnya saya bukan penggila kopi, meski suatu ketika saya pernah sangat suka dengan minuman yang satu ini. Pahit, sangat harum dan sedikit asam. Meminum kopi
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • plesir banten

    mari ke pantai.. melepas lelah, dari hecticnya jakarta.. from sunrise til sunset.. mariiiii keliling
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Potret Mbah

    Ia membuat saya sangat jengkel ketika pertama kali masuk kantor. Intonasi suaranya keras, medekati kasar malah. Postur badannya tidak terlalu tinggi tetapi kekar. Sorot matanya tajam, bahkan mirip orang yang senantiasa melotot sepanjang waktu. Sorot matanya yang tajam itu dibingkai dengan kacamata berlensa oval. Kumisnya tebal. Sangat cocok jika ia memakai baju loreng merah putih, celana
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • “Charming” itu Penting!

    Saya menemukan tulisan dari jurnal ilmiah yang bagus dari cafesalemba, judulnya Beautiful Politicians (King & Leigh, 2007?). Mereka ingin membuktikan, apakah politisi yang beautiful (maksudnya disini bukan hanya cantik, tapi juga ganteng) lebih banyak untuk dipilih. Karena beragam alasan demi kepentingan penelitiannya, Australia dipilih sebagai wilayah penelitian. Hasilnya? Dalam kata-kata mereka sendiri: Beautiful candidates are indeed more likely to be elected, with a one standard deviation increase in beauty associated with a 1½ – 2 percentage point increase in voteshare. Tidak terlalu besar, tapi di Australia, dengan jumlah kandidat yang banyak dan perbedaan suara yang tipis, 1-2 persen bisa jadi sangat signifikan. Temuan lainnya lebih menarik: we find suggestive evidence that beauty matters more in electorates with a higher share of apathetic voters.

    Hmm...Saya segera ingat pilpres 2004 lalu. Beberapa media menyebut bahwa kandidat terpilih sangat disukai terutama oleh kalangan ibu-ibu, yang mempersepsi kandidat tersebut sebagai “ganteng dan gagah”. Saya juga ingat beberapa analisis komentator politik kita, bahwa perilaku pemilih kita sejatinya kebanyakan apatis. Ha! Pantas kandidat itu bisa menang kan?

    Jadi, tidak adil? Kandidat yang diberikan ketampanan atau kecantikan (kualitas yang given ?) bisa mendapat suara yang lebih banyak daripada yang tidak ganteng/cantik?

    Sebenarnya, that beauty matters bukan hanya di ranah politik saja. Dari prolog di tulisan itu juga saya dapatkan kesimpulan dari penelitian-penelitian sebelumnya: di pasar tenaga kerja Kanada dan AS, orang yang lebih menarik mendapat gaji lebih baik (Hamermesh dan Biddle, 1994), termasuk untuk profesi seperti pengacara (Biddle dan Hamermesh, 1998) dan eksekutif periklanan (Pfann, Bosman, Biddle, dan Hamermesh, 2000). Hal ini juga ternyata berlaku untuk pasar tenaga kerja di Australia (Borland, 2001) dan Inggris Raya (Harper, 2000). Lho, semuanya kan di negara Barat, tentu tidak di Timur kan? TIdak, ini juga berlaku di China (Hamermesh, Meng dan Zhan, 2002). Untuk menambah ‘ketidakadilan’ itu, saya tambahkan: bahwa orang yang kurang menarik more likely to commit crime (Mocan dan Tekin, 2006). Saya juga pernah baca, bahwa orang yang lebih tinggi mendapat rata-rata penghasilan yang lebih besar daripada rekan-rekannya yang lebih pendek (bisa dicari di jurnal-jurnal atau artikel-artikel economics of beauty, mungkin).

    Dunia tidak adil? Mungkin. Tapi mau gimana lagi, emang bekerjanya seperti itu...(setidaknya seperti yang ditunjukkan riset-riset).

    Hanya saja, untuk mengambil kesimpulan definitif bahwa memang benar dunia hanya baik untuk orang yang ganteng/cantik perlu melewati beberapa pemikiran terlebih dahulu.

    Sebenarnya, apa itu beautiful? Apa itu ganteng atau cantik? Lupakan perdebatan tentang apakah persepsi kita tentang kegantengan/kecantikan itu konstruksi sosial atau diberikan secara alamiah. Skripsinya Dian Sastro, katanya, menunjukkan bahwa pendefinisian cantik adalah konstruksi sosial. Saya tidak tahu, yang saya tahu ialah Dian Sastro menurut saya cukup cantik, entah itu karena konstruksi sosial atau memang pendapat alamiah saja. Yang jelas, riset tentang cross-cultural beauty ratings menunjukkan, dalam bahasa King & Leigh, beauty is not ‘in the eye of the beholder’. Tapi bukankan cantik itu relatif, seperti dalih orang-orang? Ya, di level mikro-individual. Saya menilai Mariana Renata, misalnya, cukup 7, sementara Anda menilai 9. Namun jika disurvei, pada level makro, secara aggregat bisa kita dapatkan, nilai Mariana Renata adalah X sementara Fulanita itu Y, dimana X>Y, yang berarti Mariana lebih cantik daripada Fulanita. Dan itu berlaku lintas budaya ( Langlois dkk, 2000).

    Jadi, sebenarnya cukup aman menyimpulkan pada level makro beauty is universal, tidak peduli asal-usul penilaian itu, apakah konstruksi sosial atau alamiah.

    Pertanyaan berikutnya, bagaimana yang beauty itu? Yang simetris-proporsional? Proporsional seperti apa? Atau mengikuti pendapat Oprah sewaktu mewawancara Charlize Theron, bahwa orang cantik adalah orang yang memiliki bentuk segitiga harmonis antara kedua mata, hidung dan bibir? (sudah, sudah, tak perlu mengecek diri dan melihat cermin, he33x). Atau mengikuti Pramudya, bahwa kecantikan adalah susunan tulang yang baik dengan daging yang menempel secara proporsional?

    Ini bukan hasil riset, tapi opini pribadi. Saya sendiri menganggap berbeda antara ‘cantik’, ‘manis’, ‘cute’, ‘menarik/attraktif’, dan ‘jelita’. Karena menyangkut perasaan, saya sulit membuat pembatasan jelas tentang kategori-kategorinya. Ada yang menurut saya cantik, tapi somehow, kok tidak menarik. Ada juga yang sebenarnya kurang cantik, tapi somehow lagi, kok ya sangat menarik.

    Saya mengusulkan kita menggunakan istilah charming untuk orang-orang yang tidak peduli cantik atau tidak, tetapi menarik. Berlaku untuk pria dan wanita. Istilah charming ini juga dipakai, supaya judul yang saya gunakan bagus dan berima (“charming” itu penting!)

    Nah, menurut saya, charming itu tidak terkait dengan kecantikan fisik. Intinya, charming adalah kemampuan membuat nyaman dan enak untuk orang-orang dalam melihat kita. Jadi, charming ini saya usulkan untuk mengganti beautiful dalam literatur economics of beauty.

    Seperti ditunjukkan dalam riset-riset, ternyata memang charming itu penting! Orang-orang charming mendapat penghasilan yang lebih besar, lebih sedikit berprilaku kriminal, dan lebih disukai untuk dipilih.

    Sekarang, apakah dunia tidak adil? Sementara cantik/ganteng itu fisikal, kalau anda mau sepakat, charm itu tidak terkait dengan fisik. Anda bisa saja ganteng, tapi belum tentu charming. Anda mungkin kurang cantik, tapi bisa jadi charming (bisa juga tidak). Jadi, charm itu bukan kualitas yang given, tetapi kualitas yang bisa didapatkan, bisa dipelajari. Charm terkait dengan bagaimana kita ingin menampilkan diri kita. Personal branding. personal positioning, yang bisa dirancang. Nah, kalau begitu, dunia itu tidak tak adil. Netral. Karena jadinya tergantung kita, mau belajar jadi charming atau tidak?

    Selanjutnya, bagaimana menjadi charming ? Nah, untuk yang ini saya juga masih perlu banyak belajar, he33x. Mungkin orang-orang yang telah charming di luar sana tertarik menjelaskan?

    Wallahu a’lam bis showaab.
    Dan Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui


  • Comments Off
  • Filed under: Opini, Refleksi, belief, pop culture