Teknik Industri ITB 2002

Sebuah aggregator blog..

Archive for May, 2007

Berburu Pantai

Entah selera kami yang terlalu tinggi atau tidak ada orang lokal yang mampu menunjukkan pantai yang indah. Alih-alih mencari di Anyer, pagi itu kami mencoba mencari pantai yang indah di daerah Merak. 5 orang kurang kerjaan tapi kelebihan energi (termasuk saya) berangkat dari 'rumah tinggal sementara' menuju Merak. Setelah perjalanan panjang menggunakan angkutan umum ditambah jalan kaki singkat
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Saya dulu suka banget buku-buku how to, buku-buku kepribadian/personal psychology/personal development, terutama yang berbau-bau bisnis dan manajemen (7 habits itu kategorinya buku bisnis lho…heran saya juga). Saya juga nggak tau kenapa bisa suka banget, mungkin karena perasaan kuat dan berdaya yang dirasakan setelah menghayati buku-buku semacam itu. Meskipun, tentu saja efeknya tidak selamanya. Namun, ketika efeknya hilang, cari aja buku sejenis lain, dan rasakan lagi semangatnya! Begitu terus, udah kayak candu aja.

    Buku how to yang pertama kali saya baca dan benar-benar menyemangati ialah Think & Grow Rich dari Napoleon Hill. Ini buku how to klasik, yang mengawali dan menjadi long time best seller bersama buku-buku how to klasik lainnya: How to Win Friends and Influence People dari Dale Carnegie , The Best Salesman in The World dari OG. Mandino (?), Berpikir & Berjiwa Besar dari David J.Schwartz. Salah satu buku how to klasik lainnya, yang fokusnya terutama tentang berpikir positif ialah dari Norman Vincent Peale, Positive Thinking.

    Kata Rolling Stone, too much love will kill you. Namun, terlalu banyak buku how to tak akan membunuh kita, tapi bikin muak, iya. Isinya kurang lebih sama lah. Ini rumus jualan buku how to: (1) Yakinkan bahwa resepnya akan bekerja untuk semua orang, kalau diikuti. Tentu saja ini demi kepentingan pasar. Kalau dispesialkan untuk orang yang sukses, pasarnya sedikit, hanya sekitar 20% dari populasi. Buku how to adalah untuk semua orang (2) Yakinkan pembaca bahwa mereka adalah ISTIMEWA! Tak peduli siapapun pembacanya, mau remaja bau kencur seperti saya waktu itu atau nenek-nenek bau tanah, semua spesial. Nah, disini ada trik-triknya, silakan diidentifikasi. Ada yang bilang kita spesial karena: (a) Kita manusia, makhluk istimewa ciptaan Tuhan (Bener ga sih kita istimewa, diciptakan sedemikian rupa? Kata Dawkins, “ah, itu sih kita aja yang bego dan mudah kagum…”) (b) Milyaran sel-sel ada di otak kita, tapi baru sekitar 4-5% digunakan (pernyataan ini udah lama, dan terbukti kita bego karena setelah sekian lama masih segitu persen juga yang digunakan oleh kita). Bahkan ada yang keterlaluan dan bilang (c) kita lahir dari kompetisi sperma yang ketat, dari berjuta-juta sperma, hanya anda, satu-satunya, yang berhasil membuahi ovum dan lahir (Kata siapa? Siapa tahu sperma sebelah membawa gen-gen yang lebih baik? Kuatnya sperma menembus ovum tidak menutup kemungkinan bahwa ada gen-gen yang lebih baik di sebelah) (3) Yakinkan pembaca bahwa sekalipun mereka istimewa, tapi mereka tak menjalankan hidup dengan benar. Karenanya, harus mengikuti petunjuk dalam buku ini, supaya bisa sukses, karena bagaimana pun, toh anda istimewa.

    Begitulah. Semacam manipulasi psikologis: yakinkan bahwa tiap orang bisa sukses, karena tiap orang itu istimewa, asal caranya diikuti dengan benar. Apakah benar? Tidak penting. Yang penting anda senang (siapa yang gak seneng dibilang spesial?) dan buku/ceramah/seminar laku.

    Itu pandangan saya ketika muak dulu. Sekarang sih membaik, asyik juga memberi candu pikiran untuk diri sendiri. Halal lagi. Nikmati ajalah sajian how to, ceramah-ceramah kepribadian, training-training motivasi. Apalagi yang gratis.

    Namun rupanya Kazuo Murakami, Ph.D. ( di buku the Divine Message of the DNA) , menganggap serius sajian-sajian positif seperti anjuran “positive thinking”. Dengan argumen yang scientific, meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Ternyata, gen pun bisa dipengaruhi dengan berpikir positif!

    Temui E.coli, bakteri legendaris (bersel satu?) yang dulu sering kita baca di Biologi SMA. Biasanya bakteri ini memakan glukosa, tapi ketika dalam lingkungan tanpa glukosa, ternyata dia bisa juga hidup dengan memakan laktosa. Apa ia mengembangkan kemampuan baru? Ternyata tidak. Kemampuannya sudah ada di gen-nya, hanya saja gen-nya tetap dorman saat dihadapkan pada lingkungan berglukosa. Di rangkaian gen kita, ternyata, ada mekanisme on/off yang dapat diaktifkan dengan lingkungan tertentu.

    Menurut Murakami, lingkungan ini juga termasuk cara kita mempersepsi lingkungan, artinya: pikiran kita! Pikiran positif, akan mengaktifkan gen-gen yang positif pula, sementara pikiran negatif membuat gen positif tersebut tetap dorman. It’s in the gene!

    Murakami sendiri masih melanjutkan penelitannya. Ia membuat pusat penelitian yang menyelidiki hubungan pikiran dan gen. Nah, buat para orang sinis-skeptis yang selalu merasa man of science di luar sana, rasanya penelitian ini lumayan berhasil membuktikan, bahwa pikiran positif itu benar-benar bermanfaat, scientifically!

  • Comments Off
  • Filed under: belief, buku
  • Will you let me romaticise…

    5.50am
    Jakarta's skyscraper's calling me
    Underneath the Dusk blu-ish jakarta skies
    Blue? Blu-greyish par exact. I can see it's toned to grey on the horizon.
    Hm.... No morning venus I see.
    The grey. Saturated Pollution.

    Birds chirping outside!!

    *sigh*....pity for the creature's tiny lungs...

    Flex. flex. flex. good for your back...
    Fridge.Warm.Cook.Iron.TV-On..
    O-clip.Oceanus Bath...
    Mix&Match. bad idea. bad idea. bad mix. bad match.
    Hmmhh...

    6.30am
    I left the water dripping from the array of my soaked cleansed cloathes yesterday nite.
    Just in matter of few hours. Now they're almost dry.
    Anything would be rotten dry in this room.
    So would me.

    Creme, et la creme, et la creme... layer after layer.
    Puff Puff, et voila!

    Enjoy my own dish. not to forget, doing it.

    Clinging dishes, same ol' reshuffled playlist n 0-clip. same ol' same ol'
    Just like yesterday. all over again.

    7.15am
    Pair of twins (^_^....humm..so tutteeee...) --entering the elevator, along with their nannies.
    Your parents gone yet, hunnies?...*sigh..
    Today's kiddos, squishing little space outta this overly crowded world...the best they can...

    Out.
    Deep breath...
    Sucking out toxic out of Jakarta skies.
    Later. Later I'd cleanse out my lungs...
    But now, I Gotta try harder fulfilling my oxygen req.
    Ain't much is left outta your surrounding, brit
    Deep breath...Sssshhhh.....
    Sucking it even more.

    Hufff...
    Later would be forever.

    Same ol' routines.Ojeg. 44.

    8.00am
    Outlook. Calendar.
    Red Label for N. Orange for D. Blue for F.
    SkyBlue for H. Green for M..Cute Cute calendar.
    N,D,F,H,M. My bosses.
    Getting this done. that done. Huff.
    Dash off to the boss first. Hm. N,D,F,H or M first?

    ***

    A Stack of binder widely opened in my opposite.
    "Direct Debit..."..."THe Costumer....clearing zone"
    Trying to re-figure it all out in a process flow diagram,
    scribbled down on my lap. jotting here and there.
    dozens of excel sheets on the queue
    slides per slides sliding
    so incessantly

    10.00am.
    Grab some milo...perfect boast of energy in the morning.
    sugar! sugar! I need sugar!

    11.50am
    pick some buddies to out lunch...
    8th fl? Warung Senggol?
    Plaza Indonesia? %$##@!!


    1.30pm
    Same ol' excel sheets
    Same ol' presentation slides...
    trends...compare...analyse...
    regress. digest. deteste.

    People chattering from the distance...
    faintly.

    tick tick

    tick

    tickticktick.

    schwoop schwoop

    schwoop....and the mouse go

    ***

    5.00pm
    Dell Monitor's flickering in front of my eyes.
    Excel file's opening on top of the window. An incognito. Perfect camouflage.
    Underneath, Meebo for Ym and Google Talk's opened.
    in Silence.

    5.30pm
    Toso vertical blind is half-shut in the background.
    Through which, 3 storeys below, people's rushing out.
    home. Hmmh...

    Looking through the glass, Nobody's got a similar spot
    A spot with the lobby view. None. Too Bad.

    Imagine, if there is.
    It's either me, or the other side person. or both be the ugly-naked-guy*.

    Hm. I grinned imagining a series of plot is rushing through my head.Scene per scene,
    could really turn out to be a short movie. mayhap a good one.

    5.50 pm
    Jakarta sky has begun to shimmer in orange,
    reflected from my front window.
    My cubicle may not be strategic. But it's got the best view of all! :D
    *sigh...*

    My phone rings.
    "..."....
    "a minute ma'am..."....Dash off.

    'the Big-Big boss wants this done this evening.'
    *_*
    'you got it'
    back to the cubicle. sigh..

    so long my glorious evening.

    Itchyfingers...
    Dancing on the keyboards.

    6.40am
    Huff..
    Sent to the Big-Big boss.
    Dash for a prayer.

    7.00pm
    Lights off. Peoples chattering from a distance.
    I'm off. off. the itch had consumed my brain afterall.
    Ctrl-Alt-Del. LogOff. Ouch Ouch...

    Out again.
    You cannot feel it, cannot see it in this night sky.
    The pitch blacked fume's lingering in stealth.
    bedazzled in the dashing carlights.
    Suck it.
    Suck it even more.

    8.00pm
    Home.
    Swim?

    09.00pm
    A Cook. Eat.Watch any movie.

    Off the light. Off the box.

    Bon reves,

    et comme ce jour, Demain j'y vais.

    ........
    ........
    ........

    *come to think of it...*

    *sigh*...
    How dull!! Same ol' Same ol'
    They'd bought my life. and I'd gotta squish even more left out of it.

    Spank me out of this sofa, will you! Don't let me left lingered.

    If not.. Well. Suppose gotta learn to romanticise more outta this life.
    Learn to make mine (my life-) a movie, so would my friend said.
    Maybe he's right. I Would. indeed. Just wait.
    I'm still on my transission pace.
  • Comments Off
  • Filed under: life, sampah, thought