Teknik Industri ITB 2002

Sebuah aggregator blog..

the come back?

hahaha udah lebih dari setaun saya gak posting apa2 di multiply.. apakah karena tersihir oleh facebook?? (dan skrg pun facebook sudah tidak semenarik itu lagi).. apalagi sekarang ditambah plurk.. tapi tetep, kayaknya klo mo curhat panjang lebar enakan di sini ya.. notes di facebook terlalu banyak yang baca, belum komen2 dari orang ga dikenal yang ganggu bgt..

mari kita aktifkan lagi multiply ini..

.. tapi, curhat apa ya?? :D
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Summer’s officially coming

    So....Summer is officially coming...
    the temperature has risen from average 22 to average 27-27 degree celcius at daytime...
    and the sun sets at around 10, jeopardizing praying time, but it's cool to have loong looong sunlight during the day!!

    This year is my second summer in my life....last year was full of blast. so will this year be, I hope. Embracing summer I had profitized the transition time to visit rheinz river in frankfurt, germany and Holland (Amsterdam-delft-rotterdam-denhaag). And it still rolls for more...

    For the sake of summer spirit, i changed by desktop background to this one below, some random pick from idle deviant art stroll on 'summer'.... u too..can enjoy.

    taaa daaa!!! be back in a while
  • Comments Off
  • Filed under: liburan, summer
  • Signifikansi, Produk Kartu Kredit

    Dalam minggu ini, saya di telepon oleh dua kali telemarketing sebuah kartu kredit yang saya pegang.

    Yang pertama menawarkan sistem asuransi rawat inap dengan menunjukan copy-an tagihan rumah sakit maka akan mendapatkan cash 1 juta per hari inap (saya lupa pagu nya, yang jelas cukup 'wah'). Premi nya 'hanya' 180-an ribu per bulan, dimana jika dalam 10 tahun tidak ada klaim maka 100% akumulasi premi kembali, meski dengan prinsip time value of money menjadi biasa saja. Bagaimana jika setelah 2 tahun, klaim 5 hari karena rawat inap lalu kemudian memutuskan kontrak misalnya karena alasan ekonomi. Konon kata sang telemerketer, hal tersebut sangat mungkin. Bagaimana, menggiurkan bukan?

    Dengan marketing tersebut, saya hampir saja terbujuk untuk mengatakan 'iya' untuk autodebet dari kartu kredit. Namun saya membatalkan karena dengan kata 'iya' tersebut, maka otomatis masuk dalam program karena semua percakapan direkam, yang akan menjadi dasar hukum bla...bla..dan seterusnya. Saya menjadi sangsi (baca: sedikit 'gimana' gitu, teringat tentang dasar hukum transaksi elektronik), dan akhirnya membatalkan. Dalam hati sebenarnya saya tidak tega (apalagi oleh usaha keras marketer), namun rasio masih bicara.

    Penawaran yang kedua adalah hari ini, dengan judul yang sama. Bedanya, asuransi ini meng-cover khusus kecelakaan dan klaim rawat inap 150 rb (300rb suami-istri) hingga 60 hari, jika rawat jalan batasan maksimal 1,5 juta/tahun per orang. Namun, tidak ada batasan waktu sehingag tidak ada 100% premi kembali. Catatan buruknya, proses klaim meski fotokopi namun tetap membutuhkan tanda tangan asli pihak rumah sakit.

    Untuk yang kedua ini, langsung saya tolak dengan mengatakan bandingan tawaran pertama dengan keunggulan-keunggulan yang lebih fleksibel dan menarik, terakhir skak mat untuk mengatakan tidak karena tidak cukup signifikan. Si telemarketer langsung diam dan mengucapkan terima kasih.

    Tentang program asuransi lain sejenis pernah ditawarkan pula dengan skema yang lain. Jika itu asuransi kesehatan, rawat inap dll, maka dalam otak bawah sadar saya akan menolaknya karena 100% biaya tersebut untuk keluarga sudah di cover oleh kantor. Sesui prinsip dasar pengelolaan keuangan masa depan, untuk apa kita menambah pos pengeluaran untuk hal yang sudah bukan tanggungan sendiri? Bukan jalan yang bijak jika itu digunakan untuk mencari 'tambahan pemasukan'.

    Ujung-ujung nya adalah tingkat signifikansi dari tawaran produk kartu kredit, apakah benar-benar dibutuhkan plus seberapa menarik tawaran tersebut. Lain jika itu tentang 12 kali setahun cicilan 0% misalnya untuk sepeda motor Mio, maka saya cukup menanyakan dimana saya bisa mendapatkan kesempatan itu (hehe).

    Untuk kartu kredit sendiri, kami menekadkannya sebagai murni alat ganti pembayaran. Artinya tidak membiarkan terjadinya tunggakan kredit, setiap bulan membayar tagihan 100%. Dengan demikian pengeluaran sudah diperhitungkan sehingga menjauhkan ketidakmampuan kredit (default). Di sisi bank tidak akan terbentuk interest, dengan kata lain sebenarnya tidak ada profit buat bank. Teman saya yang bekerja di sebuah bank penerbit kartu yang saya pegang sempat bilang, jika semua nasabah punya prinsip bayar tagihan 100%, maka bank bisa menutup kartu kredit.

    Kembali ke tawaran asuransi kartu kredit, respek saya yang cukup untuk telemarketer yang dengan giat (serta tetap ramah!) menawarkan kelebihan, hingga menanyakan kenapa kita tidak tertarik. Mungkin saya tidak akan bisa sesabar itu, ditolak satu nasabah, ditolak lagi, dan lagi. Bahkan seorang deputy manager langsung menutup handphone nya karena begitu diangkat terdapat salam khas dari telemarketer kartu kredit, tanpa ada kesempatan untuk menjelaskan apapun. Bukankah itu tantangan luar biasa bagi seorang direct marketer?

    Lalu, bagaimana anda merespon aksi dari seorang telemarketer?

  • Comments Off
  • Filed under: Finance, Harian
  • Real Madrid: A Footbal Brand

    "Signing stars is not spending money, it is investing it" – Florentino Perez.


    Michel Platini boleh mengkritik Perez habis-habisan di media. Ia bisa mengatakan bahwa jumlah transfer Ronaldo dan Kaka tidak masuk akal dan menghina kecerdasan. Ia juga mampu untuk menyerukan pada klub-klub lainnya agar tidak mengikuti jejak Real Madrid. Tapi, satu hal tidak akan berubah: Perez sedang membangun Galacticos keduanya. 

    Bagaimana tidak? Total uang yang dikeluarkan Perez hanya untuk kedua mantan pemain terbaik dunia ini sudah mencapai 150 juta euro. Ia pun tak akan berhenti sampai disini. Dalam beberapa wawancaranya, Presiden Madrid ini mengatakan bahwa ia akan mendatangkan kurang lebih enam pemain di era kepemimpinannya. Jika dahulu ia mendatangkan pemain-pemain kelas dunia dalam beberapa tahun, kali ini proses tersebut ingin dipercepat. “Kita harus melakukan apa yang normal kita lakukan dalam tiga tahun hanya dalam waktu satu tahun,” ujarnya. Nampaknya Perez ingin revolusi!

    Perez sendiri sebenarnya bukan sedang membangun tim yang cukup kuat untuk menyaingi Barcelona yang notabene rival terbesarnya (jika ingin melakukan hal itu, hal pertama yang ia lakukan harusnya bukan membenahi barisan penyerang). 

    Apa yang dikerjakan Perez adalah membentuk lagi identitas Real Madrid. Ia ingin menempatkan Madrid pada posisi yang seharusnya: sebagai pusat perhatian dan sebagai sebuah brand sepakbola nomor satu dunia. Tak akan ada yang menyangkal kalau ia sekarang berhasil melakukan hal tersebut. Media mana yang tak sibuk memberitakan prihal transfer Ronaldo dan Kaka?

    Dengan keberhasilannya mendapatkan Ronaldo dan Kaka, Perez pun seolah menunjukan kredibilitasnya sebagai Presiden dan negosiator ulung. Di bawah kepemimpinan Calderon dan Boluda, Madrid telah menjadi bahan tertawaan dunia. Calderon pernah menjanjikan Kaka, Ronaldo, dan David Villa. Namun apa daya, ia ‘hanya’ mampu menarik Robben dan sederet pemain belanda lainnya. Jauh dari glamour apalagi perhatian dunia. Boluda, dalam masa singkat pemerintahannya, pun tak mampu berbuat banyak. Hinga kini ia akan dikenal sebagai presiden yang berkoar bahwa Madrid akan menghancurkan Liverpool di Anfield. Kenyataannya, seminggu setelah ucapan itu keluar Madrid dipermalukan 4-0.
     Perez memang negosiator handal. Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham, Michael Owen, Ronaldo (yang asli, dari Brazil) telah ia bawa. Kini Kaka, Ronaldo (ehem..yang palsu), dan entah berapa pemain bintang lagi akan ia datangkan. 

    Bagaimana Bisa? Kenapa harus Galacticos?
     
    Satu hal yang menjadi pertanyaan semua orang adalah: bagaimana bisa Madrid (atau dalam hal ini Perez) mendapatkan uang sebanyak itu? Dahulu Madrid harus menjual pusat latihannya senilai 298 juta pounds untuk membentuk Galacticos era pertama, bagaimana dengan saat ini? Apakah Perez merogoh kantong pribadinya? 

    Jawabannya mudah: hutang. Madrid mendapatkan pinjaman jangka pendek dari bank bernama La Caixa untuk dana transfer pemain (Ironisnya, bank ini berasal dari catalunya). Walau Perez memiliki kekayaan berlimpah, sebagai pengusaha konstruksi nomor satu di Spanyol, ia tak mengeluarkan uang dari pundi-pundinya sendiri. 

    Pertanyaan selanjutnya, disaat krisis seperti ini, disaat bank-bank memperketat kreditnya, mengapa Madrid bisa mendapatkan pinjaman sebesar itu? 

    Konsep penting dalam pinjam-meminjam dengan bank adalah bukan seberapa besar hutangnya, namun bagaimana kinerja si peminjam, atau bagaimana prospeknya. Sebagai klub sepakbola terkaya dan dengan pemasukan terbesar di dunia, Madrid adalah jaminan terbayarnya hutang. Disinilah konsep Galacticos dan Madrid as a Football brand menjadi penting: untuk memastikan pemasukan tersebut.

    Beda halnya dengan klub-klub di inggris, yang pemasukan terbesarnya dari penjualan tiket pertandingan, persentase pemasukan Madrid terbagi merata antara hak siar (37%), aspek komersial (28%), serta penjualan tiket (35%). 

    Untuk penjualan tiket, Madrid tak pernah bermasalah. Semenjak musim 1999/2000 tingkat kedatangan penonton ke Bernabeu selalu meningkat. Jika di akhir musim 99/00 rata-rata 60 ribu orang datang ke stadion tiap pertandingannya, jumlah ini sudah meningkat hinga 72 ribu orang di akhir musim ini. Bagaimana dengan musim depan? Kaka, Ronaldo, Raul, dan (mungkin) Villa adalah magnet yang cukup kuat untuk meningkatkan kedatangan penonton. Entah ingin melihat Ronaldo berebut mengambil penalti dengan Raul, atau menyaksikan sepakbola menyerang ala Madrid (:|), jumlah penonton diprediksikan meningkat.

    Lalu bagaimana dengan hak siar televisi? Jika ke-18 klub di liga inggris mendapatkan nilai hak siar yang sama (merata), kondisi yang sama tidak berlaku pada liga Spanyol. Barcelona dan Real Madrid adalah dua klub dengan nilai hak siar paling tinggi di dunia. Real Madrid sendiri pada 2006 (lucunya pada era Calderon) mengikat kontrak hak siar selama 7 tahun dengan Mediapro senilai 1.1 milyar euro. Dari kontrak ini saja Madrid setidaknya mendapatkan 150 juta euro tiap musimnya. Nilai kontrak hak siar ini lebih dari dua kali lipat hak siar MU, Chelsea atau Liverpool. 

    Darimana Real Madrid mendapatkan nilai kontrak yang gila-gilaan ini? Nigel Curie (Brand Rapport-raksasa marketing dan sponsorship) pernah mengatakan pada BBC: "And the team that has the most marketable players, and the most supporters, will get the best TV deals." 
    I repeat: marketable players!

    Curie juga menambahkan bahwa dengan adanya Ronaldo dan Kaka, Madrid akan memperoleh lebih banyak lagi uang dari penjualan hak siar di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Dulu jika seseorang ingin menyaksikan Kaka dan Ronaldo, mereka harus mengikuti pertandingan Milan dan MU. Sekarang, hanya melalui satu klub. Apalagi, di luar eropa, banyak fans sepakbola yang tidak setia hanya pada satu klub. Mereka memilih mengikuti karir satu pemain tertentu dibanding satu tim. Menurut Curie, pasar inilah yang dibidik oleh Real Madrid. 

    Aspek komersial, walau mendapat porsi persentase paling kecil, bukan berarti bisa dilupakan. Adidas, Coca-Cola, Audi, Mahou adalah sponsor pendukung Madrid. Dari Adidas saja, Madrid bisa mendapatkan kontrak senilai 762 juta euro. Atau, jika terlalu membosankan, lihat dari bagaimana Madrid mengelola stadion dan fasilitasnya. Madrid memiliki departemen khusus untuk menyelenggarakan acara-acara non-sepakbola di Bernabeu. Sebagai contoh adalah konser Bruce Springsteen yang berhasil mendatangkan 80 ribu penonton. Perusahaan yang pernah menggunakan fasilitas Madrid untuk penyelenggaraan acara bisnis meliputi Audi, IBM, Jaguar, Vodafone, Toshiba. Mastercard, Philips, Renaults dan banyak lainnya. 

    Alasan utama yang dikemukakan perusahaan tersebut untuk memilih Madrid adalah keunikan tempat serta prestise yang datang dari football brand yang dibangun Madrid. Pemasukan dari acara-acara seperti ini bisa mencapai 15% dari pendapatan rutin tahunan Madrid.
    Lalu jangan pula dilupakan pendapatan dari penjualan baju dan tur di akhir musim. Walau nilainya kecil, aktivitas ini dapat meningkatkan…ehem…football brand Madrid. 

    Jika aspek-aspek di atas belum cukup mendukung secara finansial, Madrid masih memiliki dua kunci terakhir: Perez dan aspek politis. Perez adalah pemilik ACS, perusahaan konstruksi terbesar di Spanyol dengan pendapatan 16 milyar euro tiap tahunnya. Untuk bank-bank tertentu, menjalin hubungan baik dengan Perez adalah hal yang menguntungkan. Sedang dari aspek politis, sudah bukan rahasia lagi jika Madrid, semenjak era kepemimpinan Franco di Spanyol, adalah klub yang mendapat dukungan dari pemerintah. Dilihat dari dua aspek ini, bank mana yang tak akan memberikan pinjaman jika Madrid memiliki masalah finansial.


    Efeknya pada Klub, Suporter, Pemain?
      
    Madrid dan Barcelona memiliki satu kesamaan yaitu dimiliki oleh para suporternya (baca: socios). Mereka tak tergantung pada satu pemilik dari luar (seperti Chelsea, MU atau Liverpool :sigh:) dan bebas menentukan presidennya sendiri. Namun, satu hal yang membedakan socios Barcelona dan Madrid adalah iuran tahunannya. 

    Semenjak dua tahun lalu, akibat demikan sehatnya keuangan Madrid, klub tak lagi membebankan iuran tahunan pada para socios-nya. Di sisi lain, kurang lebih 142 ribu socios Barca membayar uang sebesar 140 euro tiap tahunnya. 

    Namun, para pemilik Barcelona sendiri tak terlalu menanggapi hal ini. Mereka teguh memegang prinsip tak ingin mengikat kontrak dengan sponsor utama. Sehingga terlihat pemandangan kontras jika kedua klub ini bertemu: Barca dengan logo UNICEF di jerseynya dan Madrid dengan logo BWIN-nya.

    Sehatnya sisi finansial Madrid juga terlihat dari rasio beban gaji pemain per pendapatan klub tiap tahunnya. Pada musim 1998/1999 rasio ini menunjukan angka 61.4%. Pada musim 2007/2008, Madrid berhasil memperkecil rasio ini menjadi 45.7%. Bukan dengan cara memperkecil gaji pemain, namun dengan memperbesar pemasukan.

    Lalu bagaimana dengan pemain? Jika dilihat dari sisi finansial, pindah ke Madrid sangat menggiurkan. Hal ini dipicu oleh rendahnya pajak pemain di Spanyol. Selama lima tahun pertama, pemain asing di La Liga hanya terkena pajak sebesar 23%. Bandingkan dengan Inggris yang membebani pemain asingnya dengan pajak senilai 40%. 

    Selain itu, pindah ke Madrid memungkinkan pemain untuk mendapatkan kontrak dengan sponsor tertentu. Sebagai contoh, salah satu alasan Beckham beralih dari MU ke Real Madrid adalah karena Madrid didukung oleh Adidas sedang MU oleh Nike. Kala itu, Beckham sendiri telah mengikat kontrak dengan Adidas sebagai ikonnya. Dengan kepindahannya ke Madrid, Adidas bisa ‘sepenuh hati’ mendukung baik promosi Beckham maupun Real Madrid. 

    Hal yang sama bisa terjadi pula pada Ronaldo. Marry-Ellen Field, seorang pakar hak lisensi dan komersial, mengatakan pada Observer Sport bahwa kepindahan Ronaldo ke Real Madrid bisa mendorongnya untuk mendapatkan pendapatan hingga 85 juta euro. Nampaknya, ini pula yang menjadi salah satu alasan keluarnya pemain portugal ini dari Manchester United. Menurut Ronaldo, MU kurang mengeksploitasi sisi komersil dirinya. Sebagai contoh, walau menjadi pemain terbaik dunia, kontrak ‘terbesar’ Ronaldo hanyalah dengan Castrol. Kontras dengan Beckham yang menjadi ikon Armani dan Adidas. 

    Kepindahannya ke Madrid tentu adalah jalan yang paling tepat. Dengan presiden klub seambisius Perez, eksploitasi sisi komersil tidak akan mendapat hambatan.



  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • ….er…too gloomy?



    It's been like this for years....I want to resurrect this blog,......for some brighter look....
    It does look too shabby & gloomy, no?

    ...ah for now, header is changed..else? um...I also put plurk so-called-life-journal widget below....

    else? later huneeeh!


  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • Stocking Transparent Cellotape

    In a post of 2008's new year *well in fact, it's still in this page, see how unproductive blogger I am on the whole of 2008 and this first half of 2009!!^_^*..., I wrote ....



    "the alteration of the year usually become the time when we wrap what we already had at that time,


    Start to open a new wrapping sheet, Design what kinda gift we would want to wrap up in the end of the next termine, the next new year"



    I kinda did it. I opened a wrapping sheet in gold bright motives I really liked. Wide enuff as to contain my box of dream that year. That golden box, had been there for quite some time. I wanted it. badly. If my heart could scream, it would have. Loud it would have been.


    And then.... the wrapping began...I put the box on top the wrapping sheet, composed it carefully..., plied the wrapping sheet and in each ply, cellotaped it with prayings day and nite and sheer faith that God would hear me pray. Of course. He's so giving. And I, too got the answer. It was what I'd wanted. that golden box was a new chaptre of a book, scribbled already, but it was a new chaptre!! Like a kiddo being told a new fairy tales, I was gleefully starting to read it, out loud--page by page.


    But that kiddo was crying as the end of the fairy tales was a horrifying end. sparing nightmares. Hei.., but luckily I took notice...this fairy tales book is different. It gives several storylines. You remember illustrated book when you were a kid, you're the actor and there'd be options below the pages, on which act you'd choose to pursue according to what your heart tells you, following to different pages and hence different endings? This is likewise. A multistoryline fairy tales book. No matter how hard you try to pick which action you'd pick in every bottom of the page, you still cannot expect what awaits you in the following page. But as all fairy tales with God as the director, whatever story it is, it is exciting--and indeed, life is :). And we're mere actors huney, we're supposed to just read thru the script and play along.


    I wanted that bright coloured sheet and that golden box. I wanted it badly. And at the end of the year I turned out having a gift wrapped in a black sheet. As the wrapping may look un-enticing, and the dope black sheet was not really pleasant to the eyes-though it was nicely plied..., I carefully opened it, peered inside and I was .....I was ...awed by glittering rainbow coloured box inside, a box I've never seen in any window I'd run thru in my past life....and all the while, I say T h a n k Y o u --I smiled...despite it's non golden state. ---n ssshh...Ah, and in fact, I truly love its magenta! *maw* ;p


    Read the rest of this entry »
  • Comments Off
  • Filed under: thought
  • Minggu ini Magetan, daerah kelahiran saya menjadi ramai diberitakan media. Magetan tidak banyak dikenal orang, padahal lokasi Lanud Iswahyudi sebagai pusat pangkalan udara nasional sejatinya secara geografis di Magetan (bukan Madiun). Dengan kejadian kecelakaan pesawat hercules pada 20 Mei 2009 tersebut, nama Magetan menjadi ikut terkenal (walaupun dengan cara yang kurang baik). Namun bagaimanapun, kecelakaan pesawat itu sendiri adalah duka mendalam bagi bangsa Indonesia.

    Tempat kejadian kecelakaan, saya persisnya belum pernah lagi ke daerah tersebut. Kecamatan Karas sendiri adalah kecamatan yang baru dibentuk yang merupakan pecahan Kecamatan Karangrejo, tetangga kecamatan saya. Saya membayangkan sebagai salah satu warga di sekitar bandara Lanud Iswahyudi, tentu warga sekitar kejadian tidak pernah menduga bahwa sebuah pesawat akan menimpa rumah, atau lingkungan mereka. Sekalipun setiap hari, dengung pesawat selalu hadir, serasa dekat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Kecelakaan pesawat selalu menjadi kecelakaan yang tragis, menelan duka cita dalam, banyak korban. Kecelakaan jatuhnya pesawat menimpa rumah pernah juga terjadi di Medan pada 2005 yang mengakibatkan rombongan Gubernur Sumut meninggal. Kecelakaan Hercules menimpa perumahan penduduk di Magetan ini merupakan pukulan berat bagi TNI AU.

    Dari tabel diatas, bahwa peluang kecelakaan pesawat terbang cukup tinggi diantara kejadian-kejadian 'jarang' lainnya. 2 chances per milion (2 kejadian setiap satu juta) penerbangan pesawat berpeluang terjadi kecelakaan. Tentu formula tabel diatas berdasarkan peluang kejadian statistik dengan menggunakan data historis (sampai sekarang saya belum menemukan source tabel aslinya).

    Terlepas bahwa takdir selalu berada mengelilingi kita, kecelakaan pesawat yang terjadi semakin menyadarkan bahwa resiko pesawat terbang lebih besar dibanding kan moda transportasi lainnya. Buat Saya yang setiap bulan selalu menggunakan pesawat untuk selalu 'eling' dan tawakal. Disamping pastinya berusaha untuk memilih maskapai terpercaya. Meski iming-iming harga miring tak bisa di pungkiri. Sebuah harapan supaya otorita penerbangan (dan TNI AU) bertindak tegas dalam hal keselamatan penerbangan.

    Semoga tidak ada lagi kecelakaan pesawat dramatis seperti ini lagi di esok hari.
  • Comments Off
  • Filed under: Bangsa, Engineer
  • Online Banking Experience

    pWhen Bill Buxton kicked MIX 09 off with User Experience theme, I can’t stop thinking about how UX is so obvious but easily forgotten by developers. One thing that came into my mind lately was my online banking experience./p pAs a background information, I have used several online banking applications, sadly, none provide strongthe ultimate experience/strong. When I talk about experience, I’m talking about ease of use and peace of mind when using it./p pFor this writing, I’m focusing on how each system treats users when interacting with it, focusing on authentication./p h5Bank Niaga/h5 pBank Niaga is an Indonesian local bank. I opened an account with the bank for my first job salary credit. The company refused to use another bank, thus so it went./p pThey don’t offer free account but comes with free online banking. If I remember correctly, they only provide one factor authentication, username-password. I have used it once or twice to check whether my salary is properly credited, but after a while, I forgot all information regarding my account even though it is still active./p pMoreover, they have been constantly sending notification e-mails regarding URL address changes (I received three or so this month) due to vendor switch I presume. That was really confusing. Can’t they buy a proper domain and redirect from there (if anything change)?/p pstrongVerdict/strong: simple but useful when you use it often, but people can forget username-password combination./p h5Bank Central Asia/h5 pBCA is another Indonesian local bank. This is by far the biggest consumer bank, and the best network in Indonesia, so no reason not to have an account with them./p pThey don’t offer free account but comes with free online banking. You also need to pay the token for multifactor authentication. They use two factor authentication; username-PIN and token. They have a dedicated domain name for the application. Currently, I forgot my username-password combination and the account is probably locked out./p pThe most annoying part of the experience is that you always need to have your token ready for almost all transaction you’re making. Usability of the token is appalling, because it tries to be smart without being helpful (i.e. does not adhere to KISS principle)./p pstrongVerdict/strong: almost downright useless but the sense of security is everywhere because all transaction needs to be authenticated./p h5DBS Singapore/h5 pDBS is a Singapore bank with branches in several countries, I’m using the Singapore branch online banking application. It has the best network in Singapore./p pThey offered free account, free online banking, and free token. They use two factor authentication; username-PIN and token. The token is only used during authentication./p pThe annoying part of the experience is that the authentication uses a Java applet. If you don’t have Java installed or for some (unknown) reason it doesn’t run, you can’t use the application./p pstrongVerdict/strong: more usable than two Indonesian banks, if and only if all the support components work./p h5Citibank Singapore/h5 pCitibank is a US bank with branches in several countries, this section is for Singapore branch application./p pThey offered free account, free online banking, and free token. They use two factor authentication; user ID-PIN and token. The application has two good usability points:/p ul liInstead of username, it uses your card number as your ID. You can’t lose your card number./li liThe token is used the first time you want to see details such as transaction history or do transfers, but not if you just want to see your account balances on the home page. /li /ul pBut, there are also two annoying points:/p ul liIt uses on screen keyboard to key in PIN, nice if you have tablet, but painful if you’re using a mouse./li liThe authentication uses a Java applet. If you don’t have Java installed or for some reason it messed up, you can’t use the application./li /ul pstrongVerdict/strong: better than DBS most of the time, but with additional annoyances./p h5HSBC UK/h5 pIt’s hard to say which country HSBC is from, so I’ll just call it international bank, like how they want to be known as./p pThey don’t offer free account for foreigners but it comes with free online banking. They are using one factor authentication: a combination of user ID with birth date and PIN. They are not using any applet to authenticate it./p pThe user ID is randomly generated, thus quite safe to write on the card (by being not related to anything I own/know). I do have a negative feedback; the system doesn’t require you to enter your whole PIN number (for security purposes), instead only requiring three out of six. The problem is, they address the numbers to enter by using text ordinals like “first”, “second last”, etc. It would be helpful for me to also have graphical representation of which number enter./p pstrongVerdict/strong: the most usable of all so far./p h5Citibank UK/h5 pCitibank is an American bank with branches in several other countries, this section is for UK branch application./p pThey offered free account with online banking. They use username-password and additional personal information. They also uses an on screen keyboard for the password, now full keyboard instead of number pads (like the one from Singapore) because the password is a string not just PIN./p pstrongVerdict/strong: less usable than HSBC, because of the additional annoyances./p h4The Ultimate Experience/h4 pWell, learning from all the systems, I would like the banks to build an authentication system that is perfectly usable without being insecure or annoying./p ol liI would use a username / user ID that I will never forget. Citibank Singapore made a big win on this point by using your card number instead of some random string. You will always have access to your card, it doesn’t have any personal info, it’s just always available./li liI would use birth date and personal information as “password”. You will never forget your birth date or your primary school town name or your mother’s maiden name, for instance./li liFor multi factor authentication, I would use a simple One Time Password token with additional alternative mechanism such as OTP via SMS or e-mail./li liDon’t annoy user by keep requiring them to enter codes after the first one, instead implement short timeout. I would prefer be punished because of my slowness (that causes a timeout) instead of my impatience./li liDon’t use Java or on screen keyboard whatsoever, it is plain PITA and doesn’t really help security. Instead, use partial numbers (like HSBC) and invest on SSL!/li /ol div class = "shareblock"strongShare this post: /stronga href="mailto:?body=Thought you might like this: http://geeks.netindonesia.net/blogs/adrian/archive/2009/05/15/online-banking-experience.aspxamp;subject=Online Banking Experience" target="_blank" title="Send via email"img src="http://geeks.netindonesia.net/Images/Share.Mail.16.gif" border="0"/a | a href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http://geeks.netindonesia.net/blogs/adrian/archive/2009/05/15/online-banking-experience.aspxamp;t=Online+Banking+Experience" target="_blank" title="Submit Online Banking Experience to DotNetKicks"img src="http://geeks.netindonesia.net/Images/Share.Facebook.16.gif" border="0"/a | a href="http://del.icio.us/post?url=http://geeks.netindonesia.net/blogs/adrian/archive/2009/05/15/online-banking-experience.aspxamp;title=Online+Banking+Experience" target="_blank" title="Submit Online Banking Experience to del.icio.us"img src="http://geeks.netindonesia.net/Images/Share.Delicious.16.gif" border="0"/a | a href="http://www.digg.com/submit?url=http://geeks.netindonesia.net/blogs/adrian/archive/2009/05/15/online-banking-experience.aspxamp;phase=2" target="_blank" title="Submit Online Banking Experience to digg.com"img src="http://geeks.netindonesia.net/Images/Share.Digg.16.gif" border="0"/a | a href="https://favorites.live.com/quickadd.aspx?marklet=1amp;mkt=en-usamp;url=http://geeks.netindonesia.net/blogs/adrian/archive/2009/05/15/online-banking-experience.aspxamp;title=Online+Banking+Experience" target="_blank" title="Add Online Banking Experience to Live Bookmarks"img src="http://geeks.netindonesia.net/Images/Share.Live.16.gif" border="0"/a/divimg src="http://geeks.netindonesia.net/aggbug.aspx?PostID=142712" width="1" height="1"
  • Comments Off
  • Filed under: Uncategorized
  • …mah…

    I can't believe that it'd been more that 1 YEAR (o n e y e a r!!) that I left my blog untouched...Oh poor blog. but what does this indicate? I used to blog when I was bored or having nothing better off doing...br /br /but.. This one last year had been a blast. It was so overwhelming (in any sense perceived by the little me).., that I have no spare energy to jot anything down here... IT was full of joy, happiness, sadness, ups, and downs, bitter and sweet, and I am like a dog seeing snow for the first time--sniffing on the fluffy white, wiggling my tail, out of excitement. HAaha, don't take it litterally. It was not my first snow and I didn't wag my tail. But...It was like that. so so.br /br /:Dbr /br /I'll be soon back to you....br /anyway. br /This is MY FIRST SPRING EVER IN MY LIFE !br /a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZqtK2AghrDo/SfAzsMc3CpI/AAAAAAAADmY/aH-zVc_gnwM/s1600-h/spring.jpg"img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZqtK2AghrDo/SfAzsMc3CpI/AAAAAAAADmY/aH-zVc_gnwM/s400/spring.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327815193528830610" //adiv class="blogger-post-footer"img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/12914685-410140815324492712?l=scttrd-brain.blogspot.com'//div
  • Comments Off
  • Filed under: life sampah
  • Kartini dari Rumah

    div align="justify"span style="font-family:arial;"Setiap tahun tanggal 21 April pasti banyak orang teringat dengan a href="http://3an.blogspot.com/2007/05/kartini.html"Kartini/a, sosok pejuang yang dikenalkan sebagai pejuang emansipasi perempuan indonesia (sekalipun beberapa buku tentang kartini menjelaskan kaca mata lain). Saat dimana slogan emansipasi didengungkan di tengah keseharian banyak perempuan yang sudah aktif berada di tempat kerja dan kondisi hampir semua perempuan mempunyai kesempatan pendidikan setara.br /br /Artinya cita-cita Kartini untuk mewujudkan pendidikan atau lebih umumnya peran perempuan menurut saya sudah terwujud. Jika sebagian aktivis perempuan masih mengatakan emansipasi belum terwujud atau hak perempuan masih terbelenggu, kondisi tersebut hanya kondisi khusus (di tempat tertentu) yang bisa diselesaikan tanpa membuat generalisasi masalah.br /br /Bahwasannya dalam ranah wacana ‘belenggu’ terhadap perempuan sudah sirna, namun dalam praktek keseharian sekat-sekat pembatas budaya antara laki-laki dan perempuan masih nyata adanya. Pembatas tersebut tidak muncul dalam pendidikan, melainkan berpeluang makin menjadi dalam institusi rumah tangga, tempat dimana wacana Kartini tentang perempuan terdidik dan berperan sosial mendapat tantangan.br /br /Tugas perempuan dalam rumah seperti ‘sudah ditentukan’, pekerjaan domestik mulai dari menyapu, mengepel, mencuci, a href="http://3an.blogspot.com/2008/02/memasak-itu-seperti-membaca.html"memasak/a sampai mengurus anak. Jika semua tugas domestik harus dibebankan pada perempuan, niscaya perempuan tidak akan mempunyai waktu untuk melanjutkan jenjang pendidikannya dalam bentuk pastisipasi dalam masyarakat.br /br /Padahal a href="http://3an.blogspot.com/2007/04/perempuan-dalam-profesi.html"perempuan yang sudah berpendidikan/a (bahkan sampai tinggi) adalah ‘produk investasi’ yang seharusnya kompetensi diaktualisasikan di masyarakat sehingga lebih bermanfaat, disamping sebagai pendidik pertama bagi generasi masa depan. Sehingga peran-peran perempuan (istri) di rumah dan masyarakat pun harus seimbang, sebanding dengan peran suami di tempat kerja dan rumah.br /br /Sekalipun wacana keseimbangan peran domestik dan publik terkesan mudah dan bisa diterapkan siapa saja, dalam prakteknya ternyata tidak semudah yang dituliskan. Misalnya dalam hal tanggung jawab suami sebagai pencari nafkah tunggal dimana istri tidak/belum bekerja, secara praktis (emosi, psikologi atau ego) suami akan menyandarkan urusan domestik sepenuhnya pada istri. Lalu jika keduanya bekerja pun, urusan domestik belum tentu lepas dari tanggung jawab perempuan. Ditambah lagi menyangkut anak, mulai dari masa kehamilan hingga tahun-tahun pertama lahir.br /br /Para pengamat bisa saja dengan mudah mengatakan bahwa itu hanyalah bagian dari komunikasi yang harus di bangun, tapi faktanya tidak sesederhana itu. Seperti yang disampaikan diatas, bahwa sudah seperti semacam ‘turunan’ jika perempuan adalah domestik, sekalipun dia bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Fakta ini sulit dihindari, apalagi didukung budaya timur dan norma agama yang tidak mewajibkan perempuan untuk mencari nafkah. Bahkan seorang a href="http://3an.blogspot.com/2006/07/apakah-anda-seorang-feminis.html"laki-laki feminis/a pun, secara nurani masih akan menginginkan istri nya lebih banyak waktu di rumah mengurus keluarga daripada emfull/em aktivitas di luar.br /br /Lalu apa yang bisa dilakukan oleh perempuan? Pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan pilihan atas hidupnya. Pilihan yang dimulai dari a href="http://3an.blogspot.com/2008/04/perempuan-dalam-cinta.html"kebebasan memilih jodohnya/a (dalam konteks usaha), yang diwujudkan dalam kesepahaman antara (calon) suami istri. Pilihan ketika sudah berumah tangga dimana sekalipun sudah disepakati pra-nikah tentang aktivitas istri, namun kondisi perempuan sendiri masih akan berbenturan dengan ‘ kodrat’ perempuan sebagai ‘ insan domestik’ (yang sedikit banyak dipengaruhi oleh ‘ dominasi laki-laki).br /br /Hal lain yang bisa dilakukan tentunya dari pihak laki-laki, sebagai partner perempuan selama lebih dari setengah kehidupan dunia. Jujur tidak mudah bagi laki-laki secara sepenuhnya ikhlas melepas istri nya beraktivitas di luar, kerja emfull time/em, apalagi dalam kondisi hamil atau anak-anak di masa pertumbuhan awal. Orang modern bisa saja mencari pembantu untuk merawat anaknya, tapi hati seorang orang tua tetap tidak bisa berbohong jika disuruh memilih antara pembantu atau sendiri.br /br /Jadi laki-laki lah yang justru menjadi kunci dari keseimbangan peran domestik dan publik bagi perempuan. Mulai tingkat kesadaran hingga dalam praktek keseharian yang menjadikan perempuan sebagai partner. Pembagian tugas domestik dengan skala prioritas, hingga transparansi dalam pengelolaan pendapatan bersama serta perencanaan masa depan.br /br /Memang tidak mudah bagi laki-laki untuk konsisten menjaga keseimbangan peran tersebut. Sebuah bagian konsekuensi bagi laki-laki saat mengambil amanah seorang perempuan bukan hanya dari orang tua nya, melainkan dari bangsa yang sudah memberinya pendidikan untuk diamalkan.br /br /Sebuah tantangan bagi laki-laki./span/divdiv align="justify" /divdiv class="blogger-post-footer"img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/13631114-1917750716175997523?l=3an.blogspot.com'//div
  • Comments Off
  • Filed under: Bangsa, Opini, Perempuan
  • Tags